KARAWANG, NarasiKita.ID — Malam pergantian tahun baru 2026 menjadi malam paling mengejutkan bagi birokrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang.
Tepat di penghujung tahun, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh mengguncang struktur pemerintahan dengan melantik, merotasi, dan memutasi 216 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Karawang.
Prosesi Pengukuhan, Pemberhentian, dan Pengangkatan Pejabat yang mencakup Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Jabatan Administrasi, serta Penugasan Tambahan tersebut digelar di Lapangan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Rabu malam (31/12/2025), di tengah euforia malam tahun baru.
Dalam sambutannya, Bupati Aep menegaskan bahwa langkah rotasi besar-besaran ini bukan untuk mencari popularitas, melainkan strategi percepatan kinerja dan komitmen politik pembangunan yang telah ia janjikan kepada rakyat Karawang.
“Ini bukan keputusan populis. Ini keputusan tanggung jawab. Saya ingin janji-janji kepada masyarakat benar-benar terwujud,” tegas Aep di hadapan ratusan ASN yang hadir.
Aep menekankan, perubahan besar ini menjadi momentum penting bagi jajaran birokrasi Karawang untuk keluar dari zona nyaman. Ia memuji kinerja ASN yang selama ini telah bekerja keras, namun menegaskan bahwa era pembiaran terhadap pejabat pasif sudah berakhir.
“Hampir satu tahun saya menjabat, masyarakat mulai merasakan hasilnya. Tapi kita tidak boleh puas. Siapa yang tidak mampu kerja, siap-siap dievaluasi,” ujarnya.
Menepis rumor yang beredar di masyarakat, Aep dengan lantang membantah isu adanya praktik transaksional dalam proses mutasi ini.
“Saya tegaskan, tidak ada jual beli jabatan! Ini murni seleksi berdasarkan kinerja dan integritas,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa momentum malam tahun baru ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi total arah pemerintahan Karawang ke depan.
“Saya bukan orang sempurna, tapi saya ingin jadi lebih baik. Malam ini bukan hanya pelantikan, tapi momentum untuk menata ulang arah birokrasi,” ujarnya.
Aep mengingatkan para pejabat baru agar tidak mabuk jabatan, dan fokus bekerja untuk rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi.
“Jabatan ini bukan kemewahan, tapi tanggung jawab. Jangan terlena, karena rakyat sudah bisa menilai siapa yang benar-benar bekerja,” ucapnya.
Dalam pidatonya, Aep juga menyoroti potensi besar Karawang sebagai lumbung pangan nasional, sekaligus memperingatkan agar Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) tidak dikorbankan untuk kepentingan investasi jangka pendek.
“Sawah kita banyak, dan harus dijaga. LP2B jangan diotak-atik, apalagi untuk perumahan. Itu garis merah saya!” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati menegaskan akan melakukan evaluasi kinerja secara ketat dalam enam bulan mendatang. Ia menantang seluruh pejabat untuk menunjukkan hasil nyata, bukan sekadar rutinitas administratif.
“Enam bulan kita lihat. Siapa yang tidak bisa kerja, saya cabut jabatannya. Camat yang malas bisa turun jadi sekretaris camat. Jangan main-main dengan amanah,” tegas Aep.
Menutup arahannya, Aep menyerukan perubahan budaya kerja ASN menuju kolaborasi tim yang solid, bukan heroisme individu.
“Kita bekerja bukan superman, kita ini super tim kalau kita kerjakan bersama-sama semuanya bisa diselesaikan dengan baik. Karawang harus benar-benar maju, bukan cuma slogan. Kita terbang bersama, bukan jalan sendiri,” pungkasnya. (ist/red)




























