Beranda Daerah Hanya Difoto dan Ditinggal: Nasib Warga Miskin Karawang di Tengah Birokrasi Bantuan...

Hanya Difoto dan Ditinggal: Nasib Warga Miskin Karawang di Tengah Birokrasi Bantuan Rutilahu

KARAWANG, NarasiKita.ID – Ironi masih terjadi di tengah slogan pembangunan Karawang yang digembar-gemborkan. Pasangan suami istri Soma (46) dan Ani (40), warga Dusun Semplek RT 021 RW 005, Desa Sampalan, Kecamatan Kutawaluya, hanya bisa menatap rumahnya yang nyaris ambruk tanpa ada satu pun pejabat daerah yang datang mengetuk pintu.

Kisah mereka viral di media sosial dan disiarkan televisi lokal. Namun, perhatian pemerintah justru seolah terhenti di layar gawai.

“Jangankan Bupati, Pak Camat saja tidak datang melihat keadaan rumah warganya sendiri,” ucap Soma lirih, matanya menerawang ke arah rumah yang dindingnya telah lapuk dimakan usia.

Berita Lainnya  DPC PDI Perjuangan Karawang Gelar Turnamen Mini Soccer Ramadhan Cup 2026, 24 Klub Muda Adu Gengsi di Lapangan Limitless Rengasdengklok

Soma mengaku kini harus menumpang di rumah saudaranya karena rumah yang dibangunnya bertahun lalu sudah tak lagi layak dihuni.

“Kami sekeluarga terpaksa pindah, karena rumah sudah tidak ada dinding kokoh. Mau diperbaiki pun dari mana, kerja saya cuma serabutan. Untuk makan dan jajan anak saja harus cari dulu,” katanya.

Harapan sederhana Soma sekadar punya rumah yang bisa melindungi keluarganya terus terombang-ambing di antara janji dan birokrasi.

Sementara itu, Kepala Desa Sampalan, Jamaludin, membenarkan bahwa rumah Soma telah menjadi perhatian setelah viral di media sosial. Namun ia berharap dinas terkait tak berhenti pada kunjungan simbolik.

Berita Lainnya  Bangga! IRT Asal Desa Mulyajaya Karawang Lolos Ajang Dangdut Mania Dadakan MNCTV
Kepala Desa Sampalan, Jamaludin saat meninjau langsung rumah warganya

“Setelah viral, katanya dari dinas PRKP datang ke lokasi untuk survei. Tapi saya harap jangan cuma dilihat dan difoto. Sudah beberapa kali diajukan lewat aplikasi SIIMAH, tapi belum juga turun bantuan Rutilahu,” ujarnya.

Jamaludin tak menampik bahwa di era media sosial, persepsi publik mudah menyudutkan pemerintah desa seolah tak peduli.

“Padahal kami sudah perjuangkan, tinggal menunggu kebijakan dari kabupaten. Tapi rakyat sekarang butuh bukti, bukan janji,” tegasnya.

Soma dan Ani hanyalah satu dari ratusan keluarga di Karawang yang menunggu kepedulian nyata, bukan sekadar unggahan viral. Ketika pejabat sibuk berfoto di rumah-rumah warga miskin, mereka yang hidup di bawah atap rapuh tetap menunggu kapan bantuan benar-benar datang, bukan sekadar janji yang lapuk seperti tembok rumah mereka. (Yusup)

Bagikan Artikel