BEKASI, NarasiKita.ID – Maraknya aksi pembegalan di sejumlah titik rawan di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, menuai sorotan publik. Warga menilai aparat penegak hukum belum maksimal dalam memberikan rasa aman.
Sorotan tersebut salah satunya disampaikan oleh warga Kampung Kobak Ceper, Desa Karangharja, Arnacim yang akrab disapa Gocir. Ia menyayangkan kinerja Polsek Pebayuran yang dinilai belum mampu mengungkap kasus-kasus begal yang terjadi.
“Dalam satu bulan itu di Desa Karangpatri terjadi dua kali pembegalan. Lalu sebulan ke belakang juga terjadi di pom bensin dekat jembatan Pebayuran–Rengasdengklok, kemudian di Kampung Kobak Rante,” ungkapnya.
Menurutnya, rentetan kejadian tersebut menunjukkan bahwa aksi begal di wilayah Pebayuran semakin meresahkan dan merugikan masyarakat.
Ia juga menyoroti minimnya perkembangan penanganan kasus. Hingga kini, menurutnya, belum ada kejelasan terkait pengungkapan maupun penangkapan pelaku.
“Dengan maraknya pembegalan yang hampir setiap bulan terjadi, tapi tidak ada titik terang pengungkapan kasusnya. Ini jadi perhatian serius,” katanya.
Warga menilai sejumlah titik rawan kini seolah menjadi “lahan bebas” bagi pelaku kejahatan untuk beraksi, terutama pada malam hari.
Arnacim mendesak jajaran Polsek Pebayuran untuk segera bergerak cepat dalam melakukan penyelidikan dan penangkapan pelaku, guna mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat.
“Saya minta wilayah hukum Polsek Pebayuran segera bertindak cepat mencari dan menangkap pelaku pembegalan yang sering terjadi. Supaya masyarakat merasa aman,” tegasnya.
Ia juga mengaku heran karena dalam beberapa kasus pembegalan yang terjadi, tidak pernah terdengar adanya pengungkapan dari pihak kepolisian.
“Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan perlindungan dari Polsek Pebayuran hilang,” lanjutnya.
Di akhir pernyataannya, ia berharap pihak kepolisian, khususnya Kapolsek Pebayuran, dapat meningkatkan kinerja dalam menjaga keamanan serta menuntaskan setiap kasus hingga pelaku berhasil ditangkap.
“Harapan saya ke depan tidak ada lagi pembegalan di titik-titik rawan, terutama malam hari. Masyarakat harus bisa beraktivitas tanpa rasa cemas,” pungkasnya. (MA)




























