BEKASI, NarasiKita.ID – Tangis haru, pelukan hangat, dan senyum penuh rindu mewarnai kunjungan Hari Raya Idul Fitri hari pertama di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang, Sabtu (21/03/2026).
Sejak pagi, ratusan keluarga berdatangan dengan satu tujuan yang sama, melepas rindu dengan orang tercinta yang tengah menjalani masa pembinaan. Bagi mereka, Lebaran bukan sekadar perayaan, tetapi momen berharga yang telah lama dinanti.
Di antara kerumunan, terlihat seorang ibu menggenggam erat tangan anaknya yang masih kecil. Dengan mata berkaca-kaca, ia menunggu giliran untuk bertemu sang suami. Sementara sang anak tampak tak sabar ingin memeluk ayahnya setelah sekian lama berpisah.
Pada sesi pertama, tercatat 154 pendaftar dengan total pengunjung mencapai 532 orang. Sementara pada sesi kedua, jumlah pengunjung semakin bertambah hingga ratusan orang, menunjukkan betapa kuatnya ikatan keluarga yang tak terputus oleh jarak dan keadaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang, Urip Dharma Yoga, menyebut tingginya antusiasme masyarakat menjadi bukti bahwa momen Lebaran memiliki arti yang sangat mendalam, terutama bagi warga binaan.
“Pada hari pertama kunjungan Lebaran ini, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik agar setiap keluarga bisa bertemu dengan nyaman dan aman,” ujarnya.
Di dalam ruang kunjungan, suasana penuh emosi tak terhindarkan. Ada yang saling menguatkan, ada pula yang hanya mampu terdiam sambil menahan tangis. Percakapan sederhana terasa begitu berarti, seolah waktu berjalan lebih cepat dari biasanya.
Bagi warga binaan, pertemuan singkat itu menjadi suntikan semangat untuk terus bertahan dan memperbaiki diri. Sementara bagi keluarga, kehadiran mereka adalah bentuk dukungan yang tak pernah padam.
Lebaran di balik jeruji mungkin tak sempurna, namun kehangatan cinta dan kebersamaan hari itu menjadi pengingat bahwa harapan selalu ada, bahkan di tempat yang paling sunyi sekalipun. (MA)




























