Beranda Daerah Tak Pakai Lama! Usai Menteri PU Turun Tangan, Dirjen SDA Kepung Lokasi...

Tak Pakai Lama! Usai Menteri PU Turun Tangan, Dirjen SDA Kepung Lokasi Kekeringan di Bekasi

BEKASI, NarasiKita.ID — Krisis air yang mengancam lahan persawahan di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, bergerak cepat menuju penanganan. Tak berselang lama setelah Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau wilayah tersebut, jajaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PU turun langsung ke lokasi.

Hari ini, Kamis (8/10/2026), Dirjen SDA Kementerian PU, Mayjen TNI (Purn.) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, bersama jajaran teknis meninjau kondisi jaringan irigasi yang berdampak terhadap sekitar 1.000 hektare lahan persawahan warga.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Forkopimcam Kecamatan Pebayuran, bersama jajaran teknis terkait, untuk melihat langsung kondisi pengairan serta kebutuhan penanganan di lapangan.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut setelah Menteri PU Dody Hanggodo melakukan inspeksi ke wilayah Pebayuran pada Sabtu (26/9/2026). Saat itu, kondisi saluran irigasi tersier dilaporkan tidak berfungsi selama sekitar tujuh bulan.

Berita Lainnya  DPD RI Soroti KIP Kuliah Terganjal DTSEN, Mahasiswa di Jabar Terancam Terkendala

Kondisi tersebut membuat sebagian petani terpaksa mengandalkan mesin pompa secara swadaya untuk mendapatkan pasokan air ke areal persawahan.

Informasi mengenai kondisi di lapangan juga disampaikan Penggerak Gotong Royong Petani Utara (PGR) kepada pihak terkait sebagai bagian dari upaya mendorong penanganan persoalan pengairan yang dihadapi petani.

“Kami langsung melakukan evaluasi total di lapangan bersama tim teknis untuk memulihkan saluran air warga,” ujar Arnold Ritiauw saat memberikan keterangan di lokasi.

Pompanisasi Jadi Solusi Darurat

Sebagai langkah jangka pendek, Ditjen SDA bersama BBWS Citarum mengoperasikan pompanisasi darurat. Sejumlah unit pompa dikerahkan untuk mengambil air dari sungai terdekat yang berjarak sekitar dua kilometer dari areal persawahan, kemudian dialirkan menuju saluran irigasi tersier.

Bantuan pompa dan genset tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air tanaman padi sekaligus menekan risiko gagal panen akibat kekeringan.

Berita Lainnya  Syarif Husen Pertanyakan Tindak Lanjut Surat RDP Forum KUB ke DPRD Karawang

Arnacim, salah satu anggota PGR Petani Utara Pebayuran, mengapresiasi bantuan pompanisasi yang mulai diterima petani Desa Karangharja.

“Alhamdulillah, hari ini Desa Karangharja mendapatkan bantuan pompanisasi genset dari wilayah Ciracas. Dikirim juga pompa oleh Pak Dandim dan BBWS Citarum. Semoga perjuangan para petani utara ini selalu terealisasi,” ujar Arnacim.

Embung dan Waduk Disiapkan untuk Solusi Jangka Panjang

Tidak hanya mengandalkan pompanisasi, pemerintah juga mulai mengarahkan penanganan pada pembangunan infrastruktur penampungan air sebagai solusi jangka panjang.

Arnold menyebut rencana pembangunan embung di BKG 35 dan waduk di BKC Kobak Ceper perlu direalisasikan. Namun, rencana tersebut masih membutuhkan sejumlah tahapan, termasuk proses pembebasan lahan.

“Pembuatan embung di BKG 35 dan waduk BKC Kobak Ceper harus direalisasikan. Terima kasih Tim PGR atas informasi-informasi yang sudah diberikan. Nanti kawal terus PGR ketika sudah pembebasan lahan di BKG 35 dan waduk di BKC Kobak Ceper. Laporkan ke staf saya,” ujar Arnold.

Berita Lainnya  Karawang Dikepung Narkotika: 30 Kasus Dibongkar, 1 Kilogram Sabu dan 80 Ribu Obat Keras Disita

Dalam peninjauan tersebut, Arnold didampingi Kepala BBWS Citarum Abdul Ghoni Majdi, Kepala Satuan Kerja (Kasatker), serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bidang irigasi. Forkopimcam Kecamatan Pebayuran juga turut hadir dalam kegiatan peninjauan dan evaluasi kondisi pengairan di wilayah tersebut.

Bagi petani, pompanisasi menjadi pertolongan penting untuk menghadapi kebutuhan air dalam jangka pendek. Namun, mereka berharap penanganan tidak berhenti pada solusi darurat.

Perjuangan PGR bersama para petani diharapkan terus dikawal hingga pembangunan infrastruktur pengairan yang lebih permanen benar-benar terealisasi dan mampu menjamin pasokan air ke lahan persawahan di wilayah utara Kabupaten Bekasi. (MA)

Bagikan Artikel