Beranda Daerah LBH Cakra Soroti Pengadaan Videotron Rp1,8 Miliar di Alun-alun Karawang: Program Gengsi,...

LBH Cakra Soroti Pengadaan Videotron Rp1,8 Miliar di Alun-alun Karawang: Program Gengsi, Bukan Kebutuhan Publik

KARAWANG, NarasiKita.ID – Rencana Pemerintah Kabupaten Karawang mengadakan videotron senilai Rp1,8 miliar di kawasan Alun-alun Karawang menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Direktur Propaganda Lembaga Bantuan Hukum Cakra, Dadan Suhendarsyah.

β€œIni judul dramanya apa ya? Logika mana yang dipakai oleh Pemkab Karawang membuat videotron dengan anggaran sebesar itu? Sepintas saja bisa disimpulkan, proyek tersebut tidak menjawab kebutuhan publik. Ini hanya aksesoris gengsi semata,” ujar Dadan, Senin (14/07/2025).

Menurutnya, langkah tersebut bertolak belakang dengan semangat efisiensi dan skala prioritas pembangunan yang selama ini sering digaungkan para pejabat publik.

Berita Lainnya  Kuasa Hukum Nilai Penetapan Tersangka Kasus Pengrusakan di Karawang Terlalu Tergesa-gesa

β€œSeringkali mereka bicara soal penghematan anggaran, tapi prakteknya justru jungkir balik dan penuh omong kosong. Kalau memang sudah disahkan dalam APBD, emangnya tidak bisa direvisi atau dibatalkan? Bukankah nomenklatur anggaran lain saja bisa dicoret atau dikurangi?” katanya.

Kemudian, Dadan juga mempertanyakan urgensi proyek pengadaan videotron tersebut dan siapa sebenarnya yang diuntungkan.

β€œWarga Karawang lebih butuh Unit Sekolah Baru atau penambahan Ruang Kelas Baru. Setidaknya itu bisa mengurangi polemik saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tiap tahun,” tegasnya.

Ia juga menilai, pola pengelolaan anggaran Pemkab Karawang belum menunjukkan perubahan mendasar.

Berita Lainnya  Pemprov Jabar Tunda Pembangunan SMA dan SMK di Karawang, Lahan Dinilai Berisiko Banjir

β€œMetode yang digunakan masih bermental program berbasis anggaran, anggarannya diplot lebih dulu, lalu programnya direkayasa. Padahal, idealnya adalah anggaran berbasis program, di mana kebutuhan dan program menjadi prioritas, baru kemudian dianggarkan,” tandasnya. (Yusup)

Bagikan Artikel