KARAWANG, NarasiKita.ID – Semangat kebersamaan mewarnai turnamen bola voli Tumpukan Ramadan Cup yang digelar PBV Walet Beureum di lapangan SDN Kemiri II, Kabupaten Karawang, pada 6–7 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga ruang silaturahmi bagi para pecinta voli di wilayah pesisir Karawang.
Sebanyak 16 klub bola voli dari wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) II dan Dapil III turut ambil bagian dalam turnamen tersebut. Para peserta datang dari berbagai daerah, di antaranya Jayakerta, Rengasdengklok, Cilebar, Cibuaya, Tirtajaya, hingga Batujaya. Suasana pertandingan pun berlangsung meriah dengan dukungan para pemain, pelatih, serta warga yang turut menyaksikan.
Ketua panitia penyelenggara, Marjono, S.Pd, menyampaikan bahwa turnamen ini digelar sebagai upaya mempererat hubungan antar klub sekaligus membuka peluang bagi lahirnya atlet-atlet muda berbakat di daerah tersebut.
Menurutnya, PBV Walet Beureum sendiri masih tergolong baru karena baru terbentuk pada Desember 2025. Namun semangat untuk membina dan mengembangkan olahraga bola voli di wilayah tersebut menjadi alasan utama digelarnya kegiatan ini.
“Melalui turnamen ini kami berharap bisa menemukan bibit-bibit atlet voli yang potensial. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antar klub yang ada di wilayah Dapil II dan III,” ujar Marjono.
Sebagai bentuk apresiasi bagi para peserta, panitia menyediakan hadiah pembinaan bagi para pemenang. Juara pertama memperoleh Rp500 ribu dan piala, juara kedua Rp300 ribu, serta juara ketiga Rp250 ribu.
Marjono berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar secara berkelanjutan sehingga PBV Walet Beureum mampu berkontribusi dalam melahirkan atlet-atlet voli yang berprestasi dan membanggakan daerah.
Sementara itu, Pembina PBV Walet Beureum, Lili Gojali, S.Pd.I, berharap kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang dan KONI Kabupaten Karawang, agar pembinaan olahraga di tingkat lokal dapat terus berkembang.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi awal yang baik untuk membangun semangat olahraga di tengah masyarakat. Semoga para peserta semakin termotivasi untuk berprestasi sekaligus mempererat kebersamaan dan silaturahmi,” ujarnya.
Turnamen sederhana yang digelar di tengah suasana Ramadan itu pun menjadi bukti bahwa olahraga tidak hanya tentang kemenangan, tetapi juga tentang kebersamaan, semangat, dan harapan untuk melahirkan generasi atlet masa depan. (Sup)




























