Beranda Daerah Pejabat Tak Lengkap, GMPI Karawang Walk Out dari Audiensi DPUPR

Pejabat Tak Lengkap, GMPI Karawang Walk Out dari Audiensi DPUPR

KARAWANG, NarasiKita.ID – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Masyarakat Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) Karawang memilih walk out dari forum audiensi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karawang. Sikap tegas tersebut diambil karena pihak dinas dinilai tidak menunjukkan keseriusan dalam menanggapi berbagai persoalan proyek infrastruktur yang selama ini kerap menjadi temuan pemeriksaan.

Audiensi yang sedianya menjadi ruang klarifikasi atas sejumlah proyek infrastruktur yang mendapat catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) justru berlangsung tanpa kehadiran pejabat yang dianggap memiliki kewenangan penuh. Dari jajaran DPUPR, hanya Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dani Firmansyah, yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Padahal sebelumnya, DPD GMPI Karawang telah melayangkan surat permohonan audiensi secara resmi dengan permintaan agar Kepala Dinas PUPR serta seluruh kepala bidang di lingkungan DPUPR hadir untuk memberikan penjelasan terkait pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur di Kabupaten Karawang.

Berita Lainnya  Tiang Listrik Roboh di Kecamatan Cibuaya, GMPI Soroti Dugaan Kelalaian PLN

Namun kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik dengan harapan tersebut.

Salah satu pengurus DPD GMPI Karawang, Fuad Hasan, menilai kehadiran hanya satu kepala bidang menunjukkan minimnya keseriusan DPUPR dalam menjawab berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan publik.

“Kalau hanya satu kepala bidang yang hadir, saya yakin beliau tidak akan mampu menjawab seluruh persoalan yang ingin kami tanyakan. Apalagi Kepala Dinas PUPR juga tidak hadir. Kami menilai audiensi ini tidak akan menghasilkan apa-apa, sehingga kami memilih walk out,” tegas Fuad, Rabu (11/3/2026).

Fuad menegaskan bahwa GMPI Karawang akan menjadwalkan ulang audiensi dengan DPUPR dalam waktu dekat. Dalam pertemuan berikutnya, mereka menuntut agar Kepala Dinas dan seluruh kepala bidang hadir secara langsung.

Berita Lainnya  APICAL Tebar Kepedulian Ramadhan untuk Warga Jakarta Utara

Menurutnya, audiensi tersebut bukan sekadar forum seremonial, melainkan bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap penggunaan anggaran publik dalam berbagai proyek pembangunan infrastruktur di Karawang.

“Kami tidak ingin masyarakat Kabupaten Karawang terus dirugikan oleh proyek-proyek yang dikerjakan asal jadi. Banyak proyek yang akhirnya menjadi temuan BPK, bahkan ada yang mengalami kelebihan bayar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa proyek yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada dasarnya merupakan bentuk kegagalan pekerjaan yang berpotensi merugikan masyarakat.

“Ketika proyek melenceng dari RAB dan menjadi temuan BPK, itu artinya masyarakat Karawang sedang disuguhi proyek gagal. Uang rakyat dipakai, tetapi kualitas pekerjaan jauh dari yang direncanakan,” kata Fuad.

DPD GMPI Karawang pun memberikan ultimatum kepada pihak DPUPR. Jika pada audiensi berikutnya kembali tidak menghadirkan pejabat yang memiliki kewenangan menjawab berbagai persoalan tersebut, mereka menyatakan siap menggelar aksi damai sebagai bentuk protes.

Berita Lainnya  Menu MBG di Kutawaluya Disorot, SPPG Diduga Abaikan Standar Gizi dan Kebersihan

“Jika audiensi berikutnya kembali diabaikan, kami akan turun ke jalan. Ini bukan sekadar persoalan organisasi, tetapi soal tanggung jawab penggunaan anggaran publik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUPR Karawang, Dani Firmansyah, menjelaskan bahwa ketidakhadiran Kepala Dinas PUPR dan sejumlah kepala bidang disebabkan adanya agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.

Menurutnya, Kepala Dinas PUPR saat ini tengah mendampingi tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam kegiatan pemeriksaan. Adapun beberapa kepala bidang lainnya disebut sedang menjalankan agenda dinas di luar kantor. (Yusup)

Bagikan Artikel