KARAWANG, NarasiKita.ID – Kondisi tanggul Sungai Citarum di Dusun Kramatjaya, Desa Telukbango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, kini berada dalam situasi kritis dan membutuhkan penanganan segera dari pihak terkait. Selasa (27/1/2026).
Tokoh pemuda Desa Telukbango, Ahmad Jayadi, atau yang akrab disapa Vijay, mendesak para pemangku kepentingan (stakeholder) untuk segera bertindak. Warga, kata dia, tidak ingin bencana banjir besar kembali terulang.
“Saat ini ada dua titik kebocoran pada tanggul yang sangat krusial. Jika debit air Citarum meningkat, kebocoran itu bisa menjadi jalur jebol yang mengancam permukiman warga,” ujar Vijay.
Ia mengingatkan kembali peristiwa kelam pada 19 Januari 2013, ketika tanggul di lokasi yang sama jebol dan melumpuhkan aktivitas perekonomian warga.
“Saat itu ekonomi lumpuh total. Dampaknya bukan hanya di Telukbango atau Batujaya, tapi airnya merendam tambak ikan dan ribuan hektare sawah produktif hingga ke Tirtajaya dan Pakisjaya,” ungkapnya.
Di tengah kekhawatiran itu, Vijay mengapresiasi langkah cepat Anggota DPRD Karawang dari Dapil 3, Hj. Saidah Anwar, yang langsung turun ke lokasi setelah mendapat laporan dari warga.
“Beliau menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan aspirasi ini. Kami butuh sinergi antara warga, legislatif, dinas terkait, dan eksekutif,” kata Vijay.
Warga berharap DPRD Karawang, Pemerintah Kabupaten Karawang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, melalui dinas teknis serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, dapat segera melakukan langkah preventif berupa pembangunan tanggul baru atau penguatan struktur tanggul yang sudah ada.
Dalam waktu dekat, Vijay bersama tokoh masyarakat dan Pemerintah Desa Telukbango akan mengirimkan surat resmi kepada DPRD Karawang agar memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan seluruh pihak terkait. (Yusup)



























