KARAWANG, NarasiKita.ID — Dua rumah warga di Desa Jatimulya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, ambruk setelah diguyur hujan deras pada Senin malam (26/1/2026). Tidak ada korban jiwa, namun peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya perhatian pemerintah terhadap kondisi rumah warga miskin di wilayah utara Karawang yang rentan terhadap cuaca ekstrem.
Dua rumah yang roboh masing-masing milik Aas, warga Dusun Kamurang I RT 01 RW 03, dan Yadi, warga Dusun Kamurang II RT 02 RW 05. Keduanya merupakan warga kurang mampu yang kini harus bertahan di rumah yang sebagian besar atapnya sudah ambruk.
Berdasarkan keterangan warga dan hasil peninjauan di lapangan, atap rumah roboh akibat kayu penyangga yang sudah lapuk, disertai kebocoran atap dan intensitas hujan tinggi selama beberapa hari terakhir.

“Kayunya memang sudah tua, sering bocor kalau hujan. Kemarin hujannya deras, akhirnya ambruk,” ujar Aas, Selasa (27/1/2026).
Sementara itu, Yadi mengungkapkan bahwa air hujan deras juga masuk ke dalam rumah dan merendam sebagian besar isi rumahnya.

“Air masuk semua ke dalam rumah, banjir. Atap roboh, hujan deras, mau ke mana lagi kalau bukan bertahan di sini,” katanya.
Kedua keluarga tersebut memilih tetap bertahan di rumah masing-masing karena tidak memiliki tempat lain untuk mengungsi. Kondisi ini membuat mereka hidup dalam ketidakpastian dan kekhawatiran, terlebih cuaca ekstrem masih terus terjadi.
Pemerintah Desa Jatimulya telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian. Pihak desa menyatakan tengah menyiapkan pengajuan bantuan perbaikan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (Rulahu) kepada Pemerintah Kabupaten Karawang.
“Kami sudah cek kondisi rumah warga dan sedang menyiapkan pengajuan bantuan ke kabupaten. Harapannya bisa segera ditindaklanjuti,” ujar perangkat desa setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa upaya penanganan rumah tidak layak huni di Kabupaten Karawang harus dilakukan secara lebih serius dan cepat, terutama di wilayah-wilayah yang rawan terdampak bencana akibat cuaca ekstrem. Lambannya respons dan birokrasi yang berbelit hanya akan memperpanjang penderitaan warga yang hidup di bawah atap rapuh. (Yusup)



























