KARAWANG, NarasiKita.ID – Bagasindo Event Management sukses menyelenggarakan launching Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Warungbambu, Kecamatan Karawang Timur, Kamis (12/2/2026) sore.
Acara ini tidak hanya menjadi momentum peresmian dapur bergizi bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM lokal serta menyerap tenaga kerja warga sekitar.
Kegiatan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh Kepala Desa Warungbambu Mustakim, jajaran pemerintahan desa, perwakilan Yayasan Islamiyah Taringgul Purwakarta, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Mustakim menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bagasindo Event Management selaku penyelenggara kegiatan.
“Kami mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Bagasindo dan seluruh pihak yang telah berperan dalam berdirinya dapur SPPG ini. Keberadaannya memberi banyak manfaat bagi warga Desa Warungbambu,” ujar Mustakim.
Ia menjelaskan, dapur SPPG Warungbambu merupakan unit ketiga yang telah berdiri di wilayahnya, sedangkan unit keempat tengah dibangun di Lapas Kelas II Karawang.
Selain menyediakan makanan bergizi, keberadaan dapur SPPG diharapkan menjadi sarana edukasi dan kepedulian bersama terhadap kesehatan masyarakat.
“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Semoga berjalan lancar dan berkelanjutan,” tambahnya.
Perwakilan Yayasan Islamiyah Taringgul Purwakarta selaku pengelola dapur menyampaikan bahwa sebelum peresmian, pihaknya telah menggelar tasyakuran dan doa bersama sebagai bentuk syukur atas terlaksananya program nasional di tingkat desa.
“Dengan dibukanya dapur SPPG di Warungbambu, kami ingin menunjukkan bahwa program Badan Gizi Nasional (BGN) benar-benar menjangkau masyarakat dan memberi manfaat nyata bagi dunia pendidikan serta ekonomi warga,” ujarnya.
Dapur SPPG ini diharapkan menjadi pusat kegiatan gizi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, sejalan dengan misi pemerintah pusat untuk memperluas akses gizi seimbang dan mendorong kemandirian ekonomi berbasis desa. (Ist)


























