Beranda Daerah Forum Musdes Berubah Brutal, Warga dan Anggota BPD Jadi Korban Dugaan Kekerasan

Forum Musdes Berubah Brutal, Warga dan Anggota BPD Jadi Korban Dugaan Kekerasan

BEKASI, NarasiKita.ID — Musyawarah Desa (Musdes) di Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, yang seharusnya membahas penetapan kriteria unsur masyarakat untuk pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), justru berujung ricuh. Sejumlah peserta dilaporkan menjadi korban dugaan pemukulan dalam insiden yang terjadi pada Senin (5/4/2026).

Kericuhan pecah saat forum memasuki pembahasan mekanisme dan kriteria calon anggota BPD serta perwakilan pemilih. Agenda yang bertujuan merumuskan syarat tersebut dinilai tidak berjalan sesuai kesepakatan awal.

Salah satu perwakilan masyarakat, Suheru, mengungkapkan bahwa surat kesepakatan yang sebelumnya telah ditandatangani oleh kepala desa, ketua BPD, ketua panitia pengisian anggota BPD, serta dirinya, tidak dibahas dalam Musdes.

Berita Lainnya  LBH DPD GMPI Ingatkan DPRD Karawang: Kebijakan Wacana Parkir Gratis di RSUD Harus Berbasis Regulasi dan Keadilan

Menurutnya, situasi mulai memanas ketika dirinya menyampaikan aspirasi di dalam forum. Ia mengaku mendapat tekanan dan provokasi dari sejumlah perangkat desa yang hadir.

“Waktu saya bicara, saya disoraki oleh RT dan RW. Mereka memprovokasi seolah tidak setuju dengan usulan saya. Dari masyarakat ada yang menanggapi, lalu tiba-tiba dari pihak desa ada yang hendak memukul warga,” ujar Suheru.

Ia juga menyebutkan bahwa seorang warga berinisial AT yang berupaya melerai justru menjadi korban kekerasan.

“AT yang mau melerai malah dicekik oleh mantan kades berinisial JJ,” tambahnya.

Akibat insiden tersebut, beberapa orang dilaporkan mengalami luka-luka. Di antaranya anggota BPD berinisial MD serta warga berinisial MM, AP, dan AT.

Berita Lainnya  BPH Migas Batasi Pembelian Solar dan Pertalite Mulai 1 April 2026, Ini Rinciannya

MD mengalami luka robek di bagian bawah mata dan dahi. Sementara AP mengalami luka di kepala, dan AT mengalami luka serius di bagian leher akibat cekikan.

“BPD MD luka robek di bawah mata dan jidat, AP kepalanya bocor, dan AT lehernya luka dalam,” ungkap Suheru.

Pasca kejadian, para korban langsung melaporkan insiden tersebut ke Polsek Muaragembong dengan melampirkan hasil visum sebagai bukti.

“Kami langsung melapor ke Kapolsek, laporan sudah diterima dan visum juga didampingi pihak kepolisian,” ujar MD.

Sementara itu, Kepala Seksi Umum (Kasi Umum) Polsek Muaragembong, Benny, membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut. Ia memastikan pihak kepolisian tengah menangani kasus tersebut.

Berita Lainnya  Diduga Cemari Sawah Warga, PT CSK “Abai”? Petani Rugi, Pemerintah Jangan Diam

“Korban sudah melapor dan melakukan visum. Kasus ini sedang kami proses, dan Kapolsek juga sudah cek tempat kejadian perkara (TKP),” tegasnya.

Insiden ini menambah catatan kelam dalam proses demokrasi di tingkat desa. Musyawarah yang semestinya menjadi ruang dialog dan mufakat, justru berubah menjadi ajang konflik fisik yang kini berujung proses hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Desa Pantai Sederhana maupun panitia pengisian anggota BPD belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. (MA)

Bagikan Artikel