KARAWANG, NarasiKita.ID – Duka menyelimuti Desa Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya. Seorang ibu hamil harus meregang nyawa bukan di ruang perawatan, melainkan di tengah perjalanan menuju rumah sakit rujukan. Sebuah tragedi yang kembali menampar wajah layanan kesehatan dasar di Karawang.
Kabar memilukan ini dibenarkan langsung oleh Kepala Puskesmas Tirtajaya, Ilah Nurlaelah.
“Iya, itu benar. Kejadiannya dalam penanganan bidan PMB. Sudah diberikan pembinaan (punishment), dan Kamis kemarin langsung ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan,” ujarnya saat dikonfirmasi NarasiKita.ID, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, pihak Puskesmas tidak tinggal diam. Laporan langsung dilayangkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, yang disebut bergerak cepat merespons kejadian tersebut.
“Alhamdulillah kami langsung lapor ke Dinkes, dan Dinkes juga langsung bertindak,” tambahnya.
Namun di balik pengakuan tersebut, muncul tanda tanya besar. Saat dimintai penjelasan soal kronologi detik-detik kematian korban, pihak Puskesmas justru memilih bungkam lantaran beralasan bahwa bukan kewenangan dirinya.
“Maaf, untuk kronologis kami tidak bisa menjelaskan karena itu bukan kewenangan,” tegas Ilah.
Pernyataan ini memantik kegelisahan publik. Bagaimana mungkin sebuah nyawa melayang dalam proses rujukan, namun detail kejadiannya tak bisa diungkap ke publik?
Terkait legalitas bidan yang menangani, Ilah memastikan bahwa praktik tersebut terdaftar secara resmi.
“Ada tercatat. Karena setiap pengajuan izin praktik ke dinas harus melalui visitasi dari tim Puskesmas. Izin praktiknya dari DMPTSP dan dinas terkait,” jelasnya.
Meski secara administratif dinyatakan legal, tragedi ini menyisakan pertanyaan mendasar: apakah sistem rujukan sudah berjalan optimal? Apakah penanganan awal sudah sesuai standar? Atau justru ada celah kelalaian yang belum terungkap?
Satu nyawa telah pergi di jalan rujukan. Namun yang lebih mengkhawatirkan, jangan sampai kejadian ini hanya berakhir sebagai angka tanpa evaluasi menyeluruh dan transparansi kepada publik.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Karawang, Nurmala Hasanah, saat dikonfirmasi seakan-akan memilih untuk bungkam dengan tidak memberikan penjelasan rinci terkait peristiwa tersebut.
“Nanti-nanti saya ke Bu Kadinkes dulu,” ujarnya singkat.
Publik kini menunggu bukan sekadar klarifikasi, tetapi keberanian membuka fakta. Karena dalam setiap sistem yang gagal menjelaskan, selalu ada potensi kegagalan yang lebih besar tersembunyi. (Sup)




























