KARAWANG, NarasiKita.ID – Jalur Rengasdengklok–Tanjungpura disebut akan menjadi titik rawan kemacetan baru di utara Karawang. Lonjakan pembangunan perumahan di kawasan Mekarjati dan Tunggakjati dinilai bakal menekan kapasitas jalan yang saat ini saja sudah padat.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, Asep Syarifudin atau yang akrab disapa Asep Ibe, mengingatkan agar pemerintah daerah tidak lagi menunda intervensi infrastruktur di jalur vital tersebut.
“Dalam tiga tahun ke depan jalur Rengasdengklok–Tanjungpura ini akan sangat crowded, apalagi dengan maraknya perumahan baru. Kalau tidak disiapkan sejak dini, kita akan menghadapi kemacetan dan potensi kecelakaan yang meningkat,” ujarnya dalam Musrenbang Dapil II di Kecamatan Kutawaluya, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Karawang, anggota DPRD, camat, BPD, dan kepala desa se-Dapil II.
Asep Ibe menyinggung pula bahwa rencana pengembangan jalur alternatif dari kawasan Three Bisnis menuju Rengasdengklok di sisi timur saluran Perum Jasa Tirta II (PJT II) sebenarnya telah lama dibahas. Namun hingga kini belum terlihat tindak lanjut nyata dari pemerintah daerah.
“Kalau jalur di sisi timur saluran PJT II ini ditingkatkan, itu bisa menjadi solusi konkret untuk memecah arus lalu lintas Tanjungpura–Rengasdengklok yang makin padat setiap tahun,” tegasnya.
Ia menilai, orientasi pembangunan infrastruktur di Karawang masih berat ke wilayah tengah dan selatan, sementara kawasan utara—yang menjadi sentra ekonomi dan permukiman padat—sering terpinggirkan dari prioritas anggaran.
“Pemerintah jangan hanya sibuk membangun citra lewat proyek mercusuar. Jalur ini adalah urat nadi masyarakat utara. Kalau dibiarkan macet dan rusak, dampaknya langsung dirasakan rakyat,” kritik Asep Ibe.
Selain itu, ia juga menyoroti kecenderungan Musrenbang yang sering kali hanya menjadi ajang seremonial tanpa tindak lanjut nyata.
“Kami berharap Musrenbang ini tidak sekadar menggugurkan kewajiban. Substansinya harus benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tandasnya.
Asep Ibe pun menutup dengan harapan agar pada 2027, visi Karawang sebagai daerah maju, berdaya saing tinggi, dan berkelanjutan tidak berhenti di slogan, tetapi nyata dalam kebijakan pembangunan yang merata hingga ke pelosok Dapil II. (Sup)




























