KARAWANG, NarasiKita.ID – Dugaan lemahnya pengawasan kembali mencoreng kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Karawang. Dua proyek Jalan Usaha Tani (JUT) yang dibiayai dari anggaran tahun 2025 kini terancam menjadi proyek gagal. Hingga awal tahun 2026, kedua pekerjaan itu belum juga rampung, sementara masa pelaksanaan sudah lewat dari batas tahun anggaran, Minggu (11/1/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun NarasiKita.ID, dua titik pekerjaan tersebut berada di Dusun Bengle, Desa Pancakarya, Kecamatan Tempuran, dan Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari. Proyek ini direncanakan memiliki total panjang sekitar 230 meter, lebar 1,8 meter, dan tinggi 0,15 meter, dengan pelaksana yang disebut-sebut adalah CV. Jay Brother dan diduga ditunjuk langsung oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Karawang.
Namun kenyataannya di lapangan jauh dari harapan. Di Desa Ciwulan, pekerjaan baru mencapai 25 meter, sementara di Dusun Bengle hanya sekitar 50 meter. Selebihnya terbengkalai tanpa pekerja, tanpa material, dan tanpa tanda-tanda kelanjutan pekerjaan.
Seorang warga Dusun Bengle yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa.
“Dari awal kami berharap jalan ini bisa selesai, soalnya ini akses utama petani. Tapi sampai sekarang belum juga beres. Katanya proyek tahun 2025, kok udah 2026 belum juga kelar,” ujarnya.
Nada serupa disampaikan Fahmi, warga Desa Ciwulan, Kecamatan Telagasari.
“Waktu itu sempat dikerjakan sebentar, terus berhenti. Nggak tahu kenapa,” katanya singkat.
Sementara itu, seorang pekerja (kuli) yang sempat terlibat dalam pekerjaan mengaku tidak mengetahui alasan proyek mandek.
“Kita mah cuma kerja. Disuruh kerja ya kerja, disuruh berhenti ya berhenti. Soal kenapa berhenti, saya nggak tahu,” ucapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, NarasiKita.ID masih berupaya mengonfirmasi pihak Kabid Sarpras Dinas Pertanian Karawang maupun CV. Jay Brother terkait penyebab keterlambatan penyelesaian proyek serta dugaan penunjukan langsung terhadap pelaksana kegiatan tersebut. (Yusup)



























