Beranda Daerah Nestapa Warga Desa Lenggahsari Berjuang dalam Kepungan Banjir Saat Ramadan

Nestapa Warga Desa Lenggahsari Berjuang dalam Kepungan Banjir Saat Ramadan

BEKASI, NarasiKita.ID – Ujian berat melanda warga Kampung Cabang Dua Ujung RT 18, Desa Lenggahsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Di hari ketujuh Ramadan 1447 Hijriah, momen suci yang seharusnya penuh ketenangan berubah menjadi perjuangan berat di tengah kepungan banjir.

Banjir disebabkan oleh tingginya intensitas hujan dan luapan Kali Ciherang yang melintasi wilayah tersebut. Ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 100 sentimeter dan merendam ratusan rumah warga.

Wati (40), salah satu warga terdampak, mengaku panik ketika air mulai memasuki rumahnya pada Jumat pagi.

“Saya mau mengungsi ke masjid, baru pagi ini air masuk. Ini akibat Sungai Ciherang meluap,” tuturnya sambil mengemasi barang-barang berharga.

Berita Lainnya  Rusak Bertahun-tahun, Jalan Tanjung Nuhun Diperbaiki Warga Sendiri — Pemkab Bekasi ke Mana?

Sebagian warga terpaksa mengamankan harta benda ke tempat lebih tinggi, sementara lainnya memilih mengungsi ke rumah kerabat dan fasilitas umum terdekat.

Edi, warga lainnya, menyebut banjir kali ini merupakan yang kedua sejak awal 2026. Selain curah hujan tinggi, proses perbaikan tanggul di sekitar permukiman juga disebut memperparah luapan air.

“Pemicunya hujan dan tanggul juga sedang diperbaiki. Jadi air dari Kali Ciherang meluap ke permukiman,” ungkapnya.

Pemerintah Desa Lenggahsari masih berupaya memperkuat tanggul guna mencegah banjir susulan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun warga berharap adanya bantuan logistik, terutama kebutuhan sahur dan berbuka puasa.

Berita Lainnya  Ns. Ahmad Maulana Siap Maju di Pilkades Lenggahsari, Usung Visi Desa Maju, Sejahtera, dan Transparan

Meski diterpa cobaan, semangat kebersamaan warga tetap menyala. Mereka saling membantu membersihkan rumah, mengevakuasi anak-anak dan lansia, hingga berbagi makanan untuk berbuka.

Ramadan tahun ini menjadi pengingat bahwa ketabahan dan solidaritas adalah kekuatan utama warga Desa Lenggahsari dalam menghadapi bencana. (MA)

Bagikan Artikel