KARAWANG, NarasiKita.ID — Warga pesisir Kecamatan Cibuaya kembali menjadi korban dugaan kelalaian infrastruktur publik. Angin kencang yang melanda wilayah utara Karawang, Jumat (27/2/2026) siang, menyebabkan tiang listrik di ruas Jalan Cemarajaya roboh hingga memutus aliran listrik ke berbagai permukiman. Dampaknya berantai: pasokan air PDAM macet, aktivitas warga lumpuh, dan keresahan pun meluas.
Pantauan di lapangan menunjukkan, salah satu tiang listrik yang tumbang melintang di badan jalan dekat area tambak. Kondisi kabel bertegangan yang menjuntai rendah menambah risiko bahaya bagi pengguna jalan. Warga menilai, tiang tersebut sudah lama tampak miring dan rapuh, namun tak kunjung mendapat perhatian dari pihak PLN.
“Pernah kami laporkan kalau tiang di sini miring karena sering diterpa angin laut. Tapi tidak pernah diperiksa, sampai akhirnya roboh. Akibatnya air PDAM juga berhenti ngalir,” ujar Ahmad, salah satu warga setempat.
Pemadaman listrik yang terjadi turut menghentikan operasional pompa air PDAM, membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, dan memasak.
Ketua DPC Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) Kecamatan Rengasdengklok, M. Are, yang mendapatkan pengaduan ataupun informasi atas kejadian tersebut. Dirinya menilai insiden ini mencerminkan lemahnya sistem pemeliharaan dan pengawasan infrastruktur publik di kawasan pesisir.
“Kejadian robohnya tiang listrik di Cemarajaya bukan sekadar bencana alam, tapi bentuk nyata kelalaian pengelolaan aset publik. PLN dan PDAM harus bertanggung jawab atas kerugian dan ketidaknyamanan warga,” tegasnya.
Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang untuk melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur kelistrikan dan air bersih, khususnya di Kecamatan Cibuaya yang kerap diterpa angin laut.
“Wilayah pesisir bukan daerah pinggiran pelayanan publik. Pemerintah dan BUMN harus menempatkan keselamatan serta kenyamanan warga sebagai prioritas, bukan menunggu roboh dulu baru turun tangan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, NarasiKita.ID masih berupaya menghubungi pihak PLN dan PDAM Karawang untuk meminta tanggapan resmi terkait insiden tersebut. (Sup)




























