KARAWANG, NarasiKita.ID – Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menyerahkan bantuan berupa tiga unit Air Conditioner (AC) kepada tiga rumah ibadah di wilayah Kabupaten Karawang. Penyerahan dilakukan secara simbolis pada Senin (29/12/2025), didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Karawang, Irlan Suarlan.
Bantuan tersebut berupa AC tipe standing berkapasitas 5 PK, yang diberikan sebagai bagian dari program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang untuk mendukung peningkatan kenyamanan sarana ibadah serta menunjang kegiatan keagamaan masyarakat.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan rumah ibadah memiliki fasilitas yang layak dan nyaman, agar jamaah dapat beribadah dengan lebih khusyuk,” ujar Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh.
Bupati Aep menegaskan, perhatian terhadap fasilitas keagamaan merupakan bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai religius dan kebersamaan. Ia berharap fasilitas yang diberikan dapat dirawat dengan baik serta dimanfaatkan secara optimal oleh pengelola dan jamaah.
“Kami berharap bantuan ini dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Adapun tiga penerima bantuan AC tersebut yakni Pondok Pesantren Al Baghdadi, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Mushola Al Suhada, Kampung Sumur Jaya, Kompleks Candi Jiwa, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya dan Masjid Raya Asyuhada, Kecamatan Cikampek.
Sementara itu, Kabag Kesra Setda Karawang, Irlan Suarlan, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program rutin fasilitasi sarana dan prasarana tempat ibadah yang dilaksanakan setiap tahun oleh Pemkab Karawang.
“Kami menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan di lapangan. Untuk masjid atau mushola dengan aktivitas jamaah yang padat, AC standing diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan,” jelas Irlan.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pendataan dan evaluasi agar penyaluran bantuan ke depan semakin tepat sasaran.
“Pemkab Karawang akan terus berupaya meningkatkan kualitas fasilitas keagamaan sebagai bagian dari pelayanan publik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Yusup)



























