Beranda Daerah Korban Persetubuhan Anak di Batujaya Terancam Putus Sekolah, Satgas PPA Turun Tangan

Korban Persetubuhan Anak di Batujaya Terancam Putus Sekolah, Satgas PPA Turun Tangan

KARAWANG, NarasiKita.ID – Tim Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kecamatan Batujaya melakukan kunjungan pendampingan ke rumah korban dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang. Kunjungan ini dipimpin oleh Salmah, didampingi Kasi Kesos Kecamatan Batujaya Hj. Eem Mariyam, serta sejumlah anggota Satgas lainnya.

Setibanya di rumah korban, suasana haru menyelimuti. Ibu korban tak kuasa menahan tangis. Ia mengaku terpukul dan tertekan sejak kasus ini mencuat, yang juga memengaruhi kondisi psikis seluruh keluarga.

“Saya benar-benar hancur. Anak saya masih trauma, kami terus merasa tertekan sejak kejadian ini,” ungkap ibu korban dengan suara terbata, Senin (17/11/2025).

Berita Lainnya  Harga Gabah Anjlok, Wakil Ketua Komisi II DPRD Karawang Desak Bulog Turun Serap Hasil Panen Petani

Korban berinisial FTH (15) hanya terdiam saat mendengarkan arahan dari tim Satgas. Kondisinya masih memprihatinkan karena tekanan psikologis yang cukup berat, ditambah ia harus putus sekolah tepat menjelang ujian akhir, sehingga terancam kehilangan ijazah yang menjadi modal penting masa depannya.

Ketua tim pendamping, Salmah, menegaskan pendampingan akan dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan kondisi korban pulih secara optimal.

“Tugas Satgas adalah memastikan korban mendapatkan perlindungan, layanan kesehatan, dan pendampingan psikologis sesuai standar. Kami akan terus memantau perkembangan kondisinya,” tegas Salmah.

Sekretaris Desa Karyamulya, Adri Sukardi, turut hadir dan menegaskan dukungan penuh dari pemerintah desa.

Berita Lainnya  Pemprov Jabar Tunda Pembangunan SMA dan SMK di Karawang, Lahan Dinilai Berisiko Banjir

“Pemerintah desa siap memfasilitasi pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan kandungan, serta pendampingan psikologis. Korban harus mendapatkan haknya dan kami akan bantu semaksimal mungkin,” ujar Adri.

Saat ini, korban berada dalam pengawasan keluarga di rumah dengan pemantauan intensif dari pemerintah desa dan Satgas PPA. Kasus ini telah dilaporkan resmi ke Polres Karawang dan tengah dalam proses penyelidikan. Proses hukum dijamin akan berjalan hingga tuntas.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya peran pendampingan profesional, koordinasi lintas lembaga, dan dukungan psikososial bagi korban serta keluarganya agar memperoleh perlindungan yang semestinya. (ist/red)

Bagikan Artikel