KARAWANG, NarasiKita.ID – Pemerintah Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya penanggulangan stunting serta pemberdayaan Posyandu di tingkat desa.
Kepala Desa Amansari, Napi, menyampaikan bahwa seluruh kegiatan yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 telah disalurkan dan dilaksanakan sesuai dengan prosedur serta ketentuan yang berlaku.
“Semua kegiatan sudah disalurkan. Masih ada juga kegiatan untuk Posyandu, terutama bagi ibu melahirkan dan warga kurang mampu. Kadang ada yang datang ke kepala desa karena butuh biaya mendadak, dan itu kami bantu,” ujar Napi saat ditemui NarasiKita.ID, Rabu (05/11/2025).
Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan penanganan stunting dan operasional Posyandu dilakukan sesuai arahan bidan desa, mulai dari pemberian vitamin bagi balita hingga pemeriksaan rutin bagi ibu hamil.
“Setiap Posyandu mendapatkan vitamin, dan ibu hamil kami arahkan untuk rutin datang setiap bulan untuk diperiksa. Semua kegiatan berjalan sesuai anjuran tenaga kesehatan dan sudah dilaksanakan sesuai spesifikasi serta ketentuan anggaran Dana Desa 2025,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan NarasiKita.ID, kegiatan Posyandu di Desa Amansari juga diisi dengan edukasi kesehatan bagi ibu dan anak serta pembagian makanan tambahan untuk balita.
Sementara itu, informasi yang diterima menyebutkan bahwa angka stunting di Desa Amansari saat ini tercatat hanya dua kasus. Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan Pemerintah Desa Amansari dalam mengoptimalkan peran Posyandu dan pelaksanaan program kesehatan masyarakat berbasis Dana Desa. (red)



























