BEKASI, NarasiKita.ID– Musyawarah Ranting Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cabangbungin 2026 berlangsung di Gedung SMP Terpadu Al-Musyawarah, Kampung Cangkring, Desa Jayalaksana, pada Sabtu (24/1/2026), sepenuhnya tanpa anggaran resmi dari pemerintah. Seluruh biaya operasional, logistik, dan konsumsi ditanggung sepenuhnya melalui swadaya anggota.
Seorang peserta yang identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, “Acara ini benar-benar tidak ada anggaran dari pemerintah. Semua kebutuhan, mulai dari konsumsi hingga perlengkapan, sepenuhnya bergantung pada swadaya anggota,” ungkapnya.
Ketiadaan dana resmi menegaskan minimnya perhatian pemerintah terhadap pembinaan generasi muda, padahal UU No. 12 Tahun 2010 dan AD/ART Pramuka hasil Munas 2023 mewajibkan dukungan pemerintah melalui hibah atau fasilitas kegiatan.
Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), seharusnya memfasilitasi kegiatan melalui APBD kecamatan, nyaris tidak terlihat perannya. Akibatnya, kegiatan strategis yang membentuk karakter dan kepemimpinan generasi muda terpaksa dijalankan melalui kreativitas dan solidaritas anggota.
Meski demikian, semangat gotong royong dan komitmen anggota Pramuka memastikan bahwa seluruh agenda, termasuk pembahasan program kerja dan pemilihan pengurus baru, tetap berjalan lancar. (MA)



























