KARAWANG, NarasiKita.ID – Kecelakaan mematikan di jalur menuju Perumahan Citra Kebun Mas (CKM), tepat di bawah kolong jembatan Bendasari, Desa Kondangjaya, Kecamatan Karawang Timur, Minggu malam (15/2/2026), menyisakan luka mendalam sekaligus kemarahan publik.
Sebuah truk kontainer bermuatan 32 ton minyak goreng terguling setelah kehilangan kendali di ruas jalan menurun dan sempit. Nahas, truk tersebut menimpa mobil Toyota Corolla yang datang dari arah berlawanan. Tiga orang sekeluarga ayah, ibu, dan anak tewas di tempat. Tiga korban lainnya luka-luka.
Polisi menyebut kecelakaan dipicu kelalaian sopir truk yang kini telah diamankan. Namun di balik tragedi itu, muncul dugaan peran “Pak Ogah” yang mengarahkan truk besar tersebut masuk ke jalur sempit yang jelas bukan peruntukannya untuk kendaraan berat.
Lebih jauh, publik menilai tragedi ini bukan sekadar soal kelalaian pengemudi, melainkan buah dari lemahnya pengawasan dan pelanggaran tata ruang yang dibiarkan.
Koordinator Forum Aktivis Islam, Ust. Sunarto A.Md, menegaskan bahwa pihak PJT II harus bertanggung jawab atas perubahan fungsi lahan di sepanjang irigasi yang kini disulap menjadi gudang-gudang industri dan limbah.
“Sepanjang jalur Johar–Leuweungsereuh yang dulu kawasan hijau, kini berubah jadi deretan gudang limbah plastik, besi, plafon, hingga palet industri. Akibatnya, truk-truk besar hilir-mudik di jalur sempit, nyawa warga pun jadi taruhannya,” tegas Sunarto.
Ia menilai PJT II gagal menjalankan fungsi pengawasan terhadap peruntukan lahan hak sewanya.
“Jangan sampai lemahnya pengawasan dan permainan sewa lahan justru menimbulkan korban jiwa. Ini bukan sekadar kecelakaan ini adalah hasil dari pembiaran yang sistemik,” ujarnya.
Forum Aktivis Islam mendesak Polres Karawang, Dinas Perhubungan, Pemkab Karawang, dan PJT II untuk segera menertibkan jalur ilegal truk berat, menindak “Pak Ogah”, dan mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai lahan terbuka hijau.
“Kalau pemerintah masih diam, maka setiap truk besar yang lewat di jalur itu sejatinya sedang melintasi jalan kematian,” pungkasnya. (Sup)




























