KARAWANG, NarasiKita.ID – Polemik dualisme kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Karawang menuai perhatian dari berbagai kalangan. Pengusaha lokal sekaligus Ketua Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) DPD Karawang, Syuhada Wisastra, angkat bicara dan meminta semua pihak menahan diri serta menghormati proses hukum yang tengah berjalan.
Syuhada Wisastra menilai, dinamika yang terjadi di tubuh Kadin Karawang saat ini bukan sekadar persoalan internal organisasi, melainkan berdampak pada iklim dunia usaha di daerah.
“Ini bukan hanya konflik organisasi, tetapi menyangkut marwah dunia usaha di Karawang. Stabilitas dan kepastian sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha maupun investor,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Menurutnya, dualisme yang terjadi tidak bisa dilepaskan dari konflik serupa di tingkat yang lebih tinggi, sehingga berdampak langsung ke daerah. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan pengusaha.
Sebagai pengusaha lokal pribumi Karawang dengan pengalaman lebih dari 25 tahun sebagai HRD Manager di sejumlah perusahaan nasional, Syuhada menegaskan pentingnya kepemimpinan yang sah dan diakui bersama.
Ia mengingatkan, tanpa legitimasi yang jelas, organisasi akan sulit menjalankan fungsi strategisnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Syuhada juga menekankan bahwa saat ini persoalan dualisme tersebut tengah dalam proses persidangan. Oleh karena itu, semua pihak diminta untuk menghormati mekanisme hukum yang berlaku.
“Kita harus menghormati proses persidangan yang sedang berjalan. Ikuti dan terima apapun hasil keputusan nantinya sebagai solusi terbaik bagi semua pihak,” tegasnya.
Ia mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk menahan ego sektoral dan mengedepankan kepentingan bersama. Menurutnya, Kadin merupakan rumah besar para pengusaha yang harus dijaga persatuannya.
“Jangan sampai organisasi ini terpecah karena kepentingan kelompok. Justru ini momentum untuk pendewasaan organisasi,” katanya.
Syuhada juga mendorong Kadin pusat untuk segera mengambil langkah tegas dan final guna mengakhiri polemik yang terjadi.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah mencuatnya isu dua Musyawarah Kabupaten (Mukab) Kadin Karawang yang dijadwalkan dalam waktu berdekatan, sehingga memicu polemik di kalangan pengusaha dan pemangku kepentingan di Karawang.
Ia berharap seluruh pihak tetap menjaga etika, saling menghormati, serta kembali fokus pada tujuan utama Kadin sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Karawang adalah daerah industri besar. Jangan sampai tersandera konflik internal. Saatnya kita kembali bersatu, membangun kolaborasi, dan menciptakan pemimpin-pemimpin baru yang berintegritas,” pungkasnya. (Sup)


























