Beranda Daerah Hampir Dua Bulan Debit Irigasi Tinggi, Warga Kutakarya Desak PJT II Bertindak...

Hampir Dua Bulan Debit Irigasi Tinggi, Warga Kutakarya Desak PJT II Bertindak Sebelum Banjir

KARAWANG, NarasiKita.ID – Keluhan warga Desa Kutakarya, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang, terkait tingginya debit air irigasi mulai mempertanyakan keseriusan penanganan pihak pengelola irigasi.

Pasalnya, kondisi debit air yang disebut warga tinggi telah berlangsung hampir dua bulan. Di tengah kondisi tersebut, masyarakat khawatir kapasitas saluran tidak mampu menampung aliran air ketika hujan turun, sehingga berpotensi memicu genangan hingga banjir.

Warga pun mempertanyakan keberadaan dan langkah konkret Perum Jasa Tirta (PJT) II wilayah Rengasdengklok dalam merespons kondisi tersebut.

Bagi masyarakat, persoalan debit air yang berlangsung berlarut-larut bukan lagi sekadar persoalan teknis irigasi. Jika tidak segera dikendalikan, dampaknya dapat dirasakan langsung oleh warga yang tinggal di sekitar saluran maupun petani yang menggantungkan aktivitasnya pada lahan pertanian.

Berita Lainnya  Tak Pakai Lama! Usai Menteri PU Turun Tangan, Dirjen SDA Kepung Lokasi Kekeringan di Bekasi

“Sudah hampir dua bulan debit air irigasi tinggi. Kami sebagai masyarakat tentu resah, karena kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban karena tidak ada tindakan,” ujar Romli, warga Kutakarya, Kamis (8/10/2026).

Romli menilai kondisi tersebut semestinya menjadi perhatian serius. Menurutnya, masyarakat membutuhkan kepastian mengenai penyebab tingginya debit air sekaligus langkah yang dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir.

“Kami bukan meminta yang macam-macam. Kami hanya ingin ada tindakan nyata. Kalau memang debit air terlalu tinggi, tolong diatur. Jangan sampai menunggu banjir semakin parah baru ada penanganan,” katanya.

Berita Lainnya  GOKAR dan Mentorship 360 Perkuat Database UMKM Karawang, Dorong Digitalisasi Usaha

Ia juga mempertanyakan apakah tingginya debit air tersebut merupakan bagian dari pola pengaturan irigasi atau justru terdapat persoalan teknis yang belum ditangani.

“Kalau memang ini kewenangan PJT II, kami minta jangan hanya melihat dari laporan. Turun langsung ke lapangan dan lihat kondisi masyarakat. Kami sudah cukup lama menghadapi persoalan ini,” tegas Romli.

Warga meminta PJT II wilayah Rengasdengklok tidak menunggu sampai terjadi banjir atau kerugian masyarakat baru mengambil langkah. Pemeriksaan lapangan, evaluasi kondisi saluran, serta pengaturan debit air dinilai perlu dilakukan apabila memang kondisi tersebut berpotensi mengganggu keselamatan dan aktivitas masyarakat.

Berita Lainnya  Alfamidi Sudah Beroperasi, UKL-UPL Belum Diajukan? DLH Karawang: Harus Dicek

Pemerintah Kabupaten Karawang melalui instansi terkait juga didorong untuk segera berkoordinasi dengan PJT II guna memastikan kondisi irigasi di Kutakarya serta langkah mitigasi yang diperlukan.

Di sisi lain, persoalan ini membutuhkan penjelasan dari PJT II terkait kondisi debit air di wilayah Kutakarya, mekanisme pengaturan aliran, kondisi jaringan irigasi, serta langkah yang telah dan akan dilakukan untuk mengantisipasi potensi banjir.

Hingga berita ini diterbitkan, NarasiKita.ID masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PJT II wilayah Rengasdengklok. (rls/ist)

Bagikan Artikel