BEKASI, NarasiKita.ID – Mengawali hari pertama kerja di tahun 2026, Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perangkat daerah dan kecamatan di Kompleks Pemkab Cikarang Pusat, Jumat (02/01/2026). Sidak ini dilakukan untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal serta meninjau kondisi pendapatan daerah pascalibur tahun baru.
Lokasi sidak meliputi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), sejumlah kantor kecamatan, hingga puskesmas.
Dalam arahannya, Plt. Bupati Asep menegaskan agar DPMPTSP benar-benar berfungsi sebagai pelayanan satu pintu, bukan “banyak jendela”. Ia menuntut proses perizinan yang sederhana, cepat, dan berkualitas, agar berdampak langsung terhadap peningkatan nilai Monitoring Center for Prevention (MCP).
“Saya ingin PTSP betul-betul satu pintu. Dengan pelayanan yang bagus, saya beri waktu 15 hari. Insya Allah nanti MCP kita akan lahir dan membaik,” tegasnya.
Selanjutnya, Asep meninjau Bapenda untuk melihat langsung kondisi pendapatan daerah. Ia mengapresiasi tingkat kehadiran aparatur sipil negara (ASN) yang hampir 100 persen meski masih dalam suasana libur.
“Pendapatan daerah memang belum ramai karena masih libur, tapi ASN-nya hampir semua masuk,” ujarnya.
Di Disdukcapil dan kecamatan, Asep menilai pelayanan dasar kepada masyarakat berjalan cukup baik dengan tingkat kehadiran pegawai yang tinggi. Ia juga menyoroti pentingnya sinergi antara pelayanan kependudukan dan penanganan kemiskinan ekstrem yang terus dipantau hingga tingkat kecamatan.
Sidak kemudian berlanjut ke puskesmas. Plt. Bupati menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang tidak berhenti hanya karena jam operasional.
“Jangan sampai jam tiga atau jam empat sore puskesmas tutup, lalu ada pasien tidak terlayani dan akhirnya menumpuk di rumah sakit,” ujarnya.
Ia mendorong setiap puskesmas memiliki minimal satu hingga dua tempat tidur serta tenaga paramedis siaga, dengan dokter yang bisa dihubungi secara on call. Menurutnya, pelayanan dasar tersebut dapat dibiayai melalui dana kapitasi.
“Minimal pasien bisa dilayani dulu di puskesmas, tidak harus langsung ke rumah sakit. Kalau rumah sakit penuh, kasihan masyarakat,” katanya.
Kebijakan ini, lanjut Asep, akan diupayakan untuk diterapkan di seluruh puskesmas di Kabupaten Bekasi, meskipun diakui akan ada penyesuaian di lapangan.
Lebih jauh, Plt. Bupati Asep menyampaikan visi besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi pelayanan dasar, mulai dari kesehatan gratis, pendidikan gratis, hingga hunian yang layak.
“Sekarang saya fokus merapikan kebijakan dan dinas-dinas dulu. Setelah rapi, baru saya turun langsung ke masyarakat untuk melihat apakah kebijakan ini benar-benar sampai,” ujarnya.
Ia juga memastikan akan terus melakukan sidak secara rutin dan mendadak, bahkan tidak menutup kemungkinan dilakukan pada malam hari.
“Pelayanan masyarakat harus jadi titik berat. MCP kita selama ini kurang baik karena pelayanan publiknya kurang. Insya Allah dalam waktu dekat saya akan terus turun, bisa saja jam 10 malam, untuk melihat langsung,” pungkasnya. (ist/red)



























