KARAWANG, NarasiKita.ID – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Tanjung Mekar, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Minggu (28/12/2025), untuk pertama kalinya menggunakan sistem pemungutan suara elektronik (e-voting). Namun, penerapan teknologi ini menuai keluhan warga akibat antrean panjang di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Pilkades yang dipusatkan di Gedung SDN 03 Tanjung Mekar itu diikuti lima calon kepala desa, yakni Hasan Asari (1), Helen Aini Syifa (2), Asep Safe’i (3), Najarudin (4), dan Hermanto (5). Berdasarkan data panitia, terdapat 2.667 warga dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Sejak pagi, antrean panjang terlihat mengular di lokasi TPS. Warga harus menunggu lama sebelum dapat menggunakan hak pilihnya. Proses verifikasi data dan penggunaan perangkat e-voting yang belum optimal diduga menjadi penyebab utama keterlambatan.
“Saya bingung cara pakainya, jadi harus dibantu petugas. Antreannya jadi lama. Nunggu hampir satu jam baru bisa nyoblos,” keluh ST (52), salah seorang warga.
Keluhan serupa disampaikan AS (35). Menurutnya, sistem e-voting belum sepenuhnya siap diterapkan di tingkat desa.
“Katanya biar cepat, tapi kenyataannya malah lebih lama dari pilkades sebelumnya,” ujarnya.
Meski begitu, pelaksanaan Pilkades secara umum berlangsung tertib dan kondusif. Minimnya sosialisasi dan pendampingan kepada pemilih dinilai memperparah antrean panjang di TPS.
Menanggapi keluhan warga, Aspar, panitia Pilkades Tanjung Mekar, mengatakan hingga pukul 14.20 WIB sudah tercatat sekitar 1.600 suara masuk.
“Keterlambatan ini karena akses pintu masuk hanya satu titik, sementara lokasi TPS berada di tengah desa. Kami sedang berupaya mempercepat proses agar pemilih tidak terlalu lama menunggu,” jelasnya. (M. Adin)



























