KARAWANG, NarasiKita.ID – Praktisi hukum dan pengamat kebijakan publik, Asep Agustian, SH., MH., menilai kinerja Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Karawang di bawah kepemimpinan Aries Purwanto perlu dievaluasi total oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh
Menurut Asep, meski di tahun 2025 Pemerintahan Aep–Maslani berhasil menorehkan sejumlah capaian besar di bidang infrastruktur, masih ada “duri dalam sekam” yang menghambat reputasi kinerja Pemkab Karawang, salah satunya proyek Sabuk Pantai (Sea Wall) di Muara Pakisjaya.
“Harus dievaluasi total Kabid SDA PUPR itu. Di satu sisi kita bangga ada proyek-proyek monumental seperti Underpass Gorowong dan GOR Panatayudha. Tapi di sisi lain, masih ada pejabat yang kerjanya lamban seperti keong,” tegas Asep, Selasa (30/12/2025).
Proyek sabuk pantai senilai Rp900 juta yang dikerjakan CV Mazel Arnawama Indonesia diketahui mangkrak dan dihentikan sementara karena gagal diselesaikan tepat waktu. Hingga akhir tahun, progres fisik baru mencapai 56 meter dari total 80 meter, jauh dari target.
Tim audit Dinas PUPR Karawang pun menghentikan pengerjaan proyek tersebut menjelang tutup tahun. Namun baik pihak pelaksana, maupun Kabid SDA Aries Purwanto, sama-sama bungkam saat dimintai klarifikasi oleh wartawan.
“Pejabat seperti itu gak layak duduk di posisi strategis. Kalau gak bisa kerja cepat, ya mundur! Ulah ngagokan. Mutasi saja ke kecamatan biar bisa evaluasi diri. Jangan sampai bupatinya gaspol, tapi pejabatnya malah rem tangan,” sindir keras Ketua DPC PERADI Karawang itu.
Asep yang dikenal kritis terhadap kebijakan publik ini menilai, kelambanan proyek tersebut bukan semata urusan teknis, tapi cerminan lemahnya kepemimpinan dan perencanaan di internal Dinas PUPR Karawang.
“Saya sudah prediksi dari awal proyek itu gak akan selesai. Kabid-nya terlalu banyak mimpi dan halu. Katanya akademisi, tapi gak bisa menghitung tenggat waktu proyek secara ilmiah,” ujar Asep yang akrab disapa Askun.
Ia juga menyindir gaya kepemimpinan di Bidang SDA yang lebih sibuk membangun citra daripada menyelesaikan pekerjaan.
“Kalau pejabatnya sibuk tampil tapi lupa tanggung jawab, rakyat yang dirugikan. Proyek sabuk pantai itu contohnya uang sudah digelontorkan, tapi manfaatnya nol di akhir tahun,” tandasnya. (Yusup)



























