KARAWANG, NarasiKita.ID – Kasus kekerasan terhadap balita berinisial NA (2,5) di Kabupaten Karawang terus menyita perhatian publik. Peristiwa tragis yang dialami korban kini memasuki babak baru setelah kondisi kesehatan NA memerlukan penanganan medis lanjutan di luar daerah.
Sebelumnya, Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta PPO Polres Karawang telah mengamankan seorang pria berinisial IP (30) yang diduga sebagai pelaku penganiayaan terhadap balita tersebut.
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB di sebuah kamar hotel di wilayah Karawang Barat. Saat itu, ibu korban sempat meninggalkan kamar untuk membeli makanan. Namun saat kembali, ia mendapati anaknya dalam kondisi terluka parah dan bersimbah darah.
Riki Hermawan, S.H., yang mewakili kuasa hukum keluarga korban, menyampaikan bahwa saat ini kondisi NA memerlukan penanganan medis intensif, terutama pada bagian mata.
“Korban kemungkinan besar mengalami gangguan penglihatan serius bahkan berpotensi tidak dapat melihat kembali. Karena itu korban dirujuk untuk mendapatkan penanganan di Rumah Sakit Mata Cicendo,” ujar Riki kepada NarasiKita.ID, Selasa (10/3/2026).
Menurutnya, proses pemulihan korban diperkirakan akan membutuhkan waktu panjang serta biaya yang tidak sedikit. Selain perawatan medis, korban juga membutuhkan proses pemulihan psikologis akibat trauma berat yang dialaminya.
Pihak keluarga korban pun berharap adanya perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang untuk membantu proses pemulihan anak tersebut.
“Keluarga berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah daerah, baik untuk biaya pengobatan maupun proses recovery korban,” tambahnya.
Kasus ini sebelumnya sempat viral di media sosial dan memicu keprihatinan luas masyarakat Karawang. Banyak pihak berharap penanganan hukum terhadap pelaku dapat berjalan tegas, sekaligus memastikan korban mendapatkan perlindungan serta pemulihan yang layak.
Sementara itu, keluarga korban masih terus mendampingi NA menjalani proses perawatan, dengan harapan kondisi kesehatannya dapat segera membaik meski menghadapi kemungkinan kehilangan penglihatan. (Yusup)




























