Beranda Daerah Pertalite “Dibajak” Pengepul, Dugaan Pembiaran Menguat, Kapolsek Cabangbungin Turun Gunung

Pertalite “Dibajak” Pengepul, Dugaan Pembiaran Menguat, Kapolsek Cabangbungin Turun Gunung

BEKASI, NarasiKita.ID — Habisnya Pertalite di SPBU 34.17701, Cabangbungin, tak lagi sekadar persoalan antrean panjang. Di balik cepatnya stok raib, muncul dugaan kuat adanya praktik “pembajakan” BBM subsidi oleh pengepul yang berlangsung sistematis dan terkesan dibiarkan.

Fenomena langkanya Pertalite di wilayah Cabangbungin kini memasuki tahap yang memicu kemarahan publik. Stok yang kerap habis hanya dalam hitungan jam dinilai bukan lagi persoalan distribusi biasa, melainkan indikasi adanya pola permainan yang berlangsung terbuka.

Kondisi ini bahkan disebut warga sangat mengkhawatirkan dan membuat frustrasi. Di saat masyarakat harus mengantre sejak pagi demi mendapatkan BBM, stok justru lenyap sebelum kebutuhan terpenuhi.

Berita Lainnya  Diduga Cemari Sawah Warga, PT CSK “Abai”? Petani Rugi, Pemerintah Jangan Diam

Di balik antrean tersebut, praktik mencurigakan terlihat jelas di lapangan. Puluhan sepeda motor dengan tangki modifikasi berkapasitas besar hilir mudik melakukan pengisian. Mereka diduga bagian dari jaringan pengepul dan pengecer yang sudah terorganisir.

Dengan modus antre berulang-ulang, para pelaku secara sistematis “menguras” Pertalite. Aktivitas ini berlangsung terang-terangan tanpa hambatan berarti, memunculkan dugaan adanya pembiaran dalam pengawasan.

Lebih jauh, BBM hasil pengisian dipindahkan ke jeriken dan galon, lalu ditampung di lokasi tertentu. Dari sana, bahan bakar diduga dipasarkan kembali dengan harga lebih tinggi, sebuah pola yang mengindikasikan praktik bisnis ilegal di balik BBM subsidi.

“Yang antre bolak-balik orangnya itu-itu saja. Seolah mereka punya jalur sendiri,” ungkap seorang warga dengan nada geram.

Berita Lainnya  Didukung Warga, Harun Zain Siap Maju Lagi di Pilkades Pantai Sederhana 2026

Situasi ini memunculkan pertanyaan serius, bagaimana praktik sebesar ini bisa berlangsung tanpa tersentuh? Dugaan adanya kelonggaran hingga pembiaran pun tak terhindarkan.

Sejumlah warga bahkan menilai, jika tidak ada tindakan tegas, praktik ini akan terus menggerus hak masyarakat kecil sekaligus merusak sistem distribusi BBM subsidi.

Sorotan tajam publik akhirnya memaksa aparat bergerak. Kapolsek Cabangbungin, AKP Alex Candra, menyatakan akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

“Habis BBM subsidi nya jam berapa sampai dengan jam berapa, Nanti saya cek,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).

Namun pernyataan tersebut belum cukup meredam kekecewaan warga. Mereka mendesak agar aparat tidak hanya melakukan pengecekan formalitas, tetapi membongkar jaringan dan menindak tegas pihak-pihak yang bermain di balik distribusi BBM subsidi.

Berita Lainnya  Resmi Daftar, Azis Mathori Siap Bertarung di Bursa Ketua KADIN Karawang Periode 2026 - 2031

Jika praktik ini terus dibiarkan, bukan hanya masyarakat kecil yang dirugikan, tetapi negara juga berpotensi kehilangan miliaran rupiah akibat distribusi yang menyimpang dari peruntukannya.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih melakukan konfirmasi pihak pengelola SPBU 34.17701 untuk memberikan keterangan resmi selanjutnya terkait dugaan pembiaran terhadap aktivitas pengepul dan pengecer yang menguras BBM subsidi secara berulang di wilayah Cabangbungin. (MA)

Bagikan Artikel