Beranda Daerah Disorot Soal Anggaran Pemeliharaan Kendaraan, Camat Jayakerta Tak Hadir: Ini Alasannya

Disorot Soal Anggaran Pemeliharaan Kendaraan, Camat Jayakerta Tak Hadir: Ini Alasannya

KARAWANG, NarasiKita.ID – Camat Jayakerta, Asep Sudrajat, memberikan tanggapan terkait ketidakhadirannya dalam forum audiensi bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) Kecamatan Jayakerta yang membahas anggaran pemeliharaan kendaraan operasional pada Rabu (15/4/2026).

Asep menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, khususnya GMPI, karena tidak dapat hadir secara langsung dalam forum tersebut. Ia menegaskan bahwa secara kelembagaan, kehadirannya telah diwakilkan oleh Sekretaris Kecamatan beserta jajaran staf terkait.

“Kami menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir langsung. Namun secara organisasi, kami sudah menugaskan Sekcam dan staf untuk mewakili,” ujarnya saat dikonfirmasi NarasiKita.ID, Kamis (16/4/2026).

Berita Lainnya  Pokir DPRD Karawang Disinyalir Jadi Ladang Transaksi, Dadan Suhendarsyah: Kembalikan ke Fitrahnya!

Ia menjelaskan, pada waktu yang bersamaan terdapat agenda lain yang bersifat mendesak dan berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat di Desa Kemiri, sehingga memerlukan kehadiran dirinya secara langsung.

“Dalam waktu yang bersamaan, ada kegiatan yang sama-sama urgent dan menyangkut hajat hidup orang banyak serta kondusivitas Desa Kemiri,” jelasnya.

Menurut Asep, dirinya diminta memfasilitasi pencairan dana transfer desa yang sempat mengalami kendala di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Permohonan tersebut datang dari berbagai unsur di Desa Kemiri, mulai dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pemerintah desa, hingga lembaga kemasyarakatan.

Berita Lainnya  Ketua DPRD Karawang Tegaskan Komitmen Kawal Pembangunan Merata dalam RKPD 2027

“Ada permintaan dari BPD, pemerintah desa, dan lembaga kemasyarakatan agar camat memfasilitasi pencairan dana transfer desa ke DPMD yang sempat terkendala,” katanya.

Ia menegaskan, dana tersebut memiliki dampak langsung terhadap pelayanan masyarakat, khususnya kebutuhan sosial bagi warga kurang mampu.

“Anggaran itu sangat dibutuhkan untuk menunjang pelayanan, seperti pemulasaraan jenazah, ketersediaan kain kafan bagi warga kurang mampu, serta insentif perangkat desa, BPD, dan lembaga kemasyarakatan,” ungkapnya.

Asep menambahkan, hasil koordinasi dengan pihak DPMD telah menghasilkan solusi yang dapat segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Desa Kemiri.

“Alhamdulillah, atas arahan DPMD sudah ada solusi yang bisa segera dijalankan,” ujarnya.

Berita Lainnya  Diduga Cemari Sawah Warga, PT CSK “Abai”? Petani Rugi, Pemerintah Jangan Diam

Terkait rencana audiensi lanjutan yang akan kembali diajukan oleh GMPI, Asep memastikan kesiapannya untuk hadir secara langsung.

“Kami siap hadir pada audiensi berikutnya. Bahkan kami siap bersilaturahmi ke Sekretariat GMPI. Terima kasih kepada GMPI yang telah peduli terhadap pengelolaan anggaran, termasuk pemeliharaan kendaraan dinas kecamatan,” pungkasnya. (Sup)

Bagikan Artikel