BEKASI, NarasiKita.ID – Kondisi pipa yang diduga milik PT Pertamina di bantaran Sungai Ciherang, Kampung Pulo Landak RT 05 RW 02, Desa Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, menuai sorotan tajam warga. Pipa yang diduga terhubung dengan fasilitas PT Pertamina EP itu tampak terbuka akibat longsor bantaran sungai dan dinilai membahayakan keselamatan masyarakat serta lingkungan sekitar.
Berdasarkan pantauan di lokasi, longsor di bantaran Sungai Ciherang menyebabkan badan pipa sepanjang kurang lebih 10 meter terlihat jelas tanpa lapisan tanah pelindung. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran besar di tengah masyarakat karena dinilai rawan mengalami kerusakan maupun kebocoran.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Pasalnya, belum lama ini terjadi insiden dugaan kebocoran pipa Pertamina di Kampung Putat RT 03 RW 01, Desa Sindangsari, yang disebut-sebut mengeluarkan semburan lumpur panas dan sempat membuat masyarakat panik.
Tokoh masyarakat setempat, Samit (50), menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya antisipasi terhadap keberadaan infrastruktur vital di wilayah rawan longsor.
“Kalau dibiarkan seperti ini sangat berbahaya. Pipa sudah terbuka akibat longsor, sementara lokasi ini dekat permukiman warga dan aliran sungai,” ujarnya.
Menurutnya, pihak terkait seharusnya segera melakukan pengamanan dan penguatan bantaran sungai agar tidak terjadi kerusakan yang lebih parah.
Warga juga mempertanyakan langkah mitigasi dan pengawasan yang dilakukan terhadap jalur pipa tersebut, terlebih setelah badan pipa terekspos akibat abrasi dan longsor bantaran sungai.
Masyarakat mendesak pihak Pertamina bersama instansi terkait segera turun tangan melakukan normalisasi dan penguatan bantaran Sungai Ciherang serta pengamanan terhadap jalur pipa sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Selain berpotensi membahayakan permukiman warga, kebocoran pipa juga dikhawatirkan dapat mencemari aliran Sungai Ciherang dan merusak ekosistem lingkungan sekitar. Warga berharap ada langkah cepat dan transparan agar potensi risiko dapat dicegah sedini mungkin.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Pertamina terkait kondisi pipa yang terbuka akibat longsor tersebut maupun langkah penanganan yang akan dilakukan. (MA)




























