KARAWANG, NarasiKita.ID – Saluran irigasi di RT 04, Desa Kedungjaya, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, dipenuhi eceng gondok dan sampah domestik. Kondisi tersebut menghambat aliran air menuju lahan persawahan warga dan memaksa petani turun tangan melakukan pembersihan secara swadaya.
Persoalan ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah kebutuhan petani terhadap pasokan air untuk mempertahankan tanaman padi. Jika aliran tidak segera kembali normal, gangguan distribusi air berpotensi memperluas dampak kekeringan dan mengancam produktivitas pertanian.
Sejumlah warga dan petani terlihat membersihkan saluran menggunakan peralatan seadanya, seperti bambu, garu dan cangkul. Eceng gondok serta sampah yang menyumbat aliran diangkat secara manual agar air kembali dapat mengalir menuju persawahan.
“Kami sangat khawatir jika air tidak segera mengalir ke sawah. Tanaman padi kami bisa mati dan kekeringan semakin meluas. Saluran ini penuh eceng gondok dan sampah,” ujar salah seorang warga dan petani.
Pembersihan secara swadaya memang dapat menjadi langkah sementara. Namun, kondisi saluran yang dipenuhi vegetasi air dan sampah dalam jumlah banyak membuat penanganan manual membutuhkan tenaga serta waktu yang tidak sedikit.
Di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai langkah pemerintah desa dan kecamatan dalam memastikan saluran irigasi yang menjadi penunjang produksi pertanian tetap berfungsi secara optimal.
Kepala Desa Kedungjaya diharapkan segera melakukan pengecekan lapangan dan mengambil langkah penanganan sesuai kewenangannya. Jika persoalan membutuhkan dukungan teknis maupun peralatan, pemerintah desa dapat berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Cibuaya dan perangkat daerah terkait.
Camat Cibuaya juga diharapkan tidak berhenti pada fungsi koordinasi administratif, tetapi memastikan persoalan di lapangan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan instansi teknis apabila penanganannya berada di luar kewenangan desa dan kecamatan.
Terlebih, persoalan irigasi berkaitan langsung dengan keberlangsungan sektor pertanian. Ketika pemerintah terus mendorong ketahanan dan swasembada pangan, kondisi infrastruktur pendukung seperti saluran irigasi semestinya tidak dibiarkan mengalami penyumbatan hingga petani harus turun tangan dengan peralatan seadanya.
Warga berharap pemerintah segera melakukan pengecekan dan pembersihan secara menyeluruh. Jika ditemukan kerusakan atau sedimentasi yang menyebabkan kapasitas saluran menurun, penanganan lanjutan atau normalisasi juga diharapkan dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kewenangan.
Petani berharap persoalan tersebut tidak menunggu sampai tanaman padi mengalami kerusakan atau gagal panen. Sebab, keterlambatan penanganan gangguan irigasi dapat berujung pada persoalan yang lebih besar bagi produksi pangan dan pendapatan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Kedungjaya maupun Camat Cibuaya belum memberikan keterangan mengenai kondisi saluran tersebut maupun langkah konkret yang telah dilakukan pemerintah untuk mengatasinya. (Sup)


























