Beranda Daerah DPRD Karawang Dorong Investigasi Independen, PHE ONWJ Klaim Operasi Normal, Asal Limbah...

DPRD Karawang Dorong Investigasi Independen, PHE ONWJ Klaim Operasi Normal, Asal Limbah Masih Misterius

KARAWANG, NarasiKita.ID — Temuan material menyerupai limbah minyak berwarna hitam di pesisir Kabupaten Karawang belum menemukan titik terang. Di tengah dorongan DPRD Kabupaten Karawang untuk membentuk tim investigasi independen, PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) memastikan kegiatan operasionalnya berjalan normal dan tidak ditemukan adanya anomali.

Kepastian tersebut disampaikan Manager Communication, Relations & CID (Community Involvement and Development) Regional Jawa PHE ONWJ, Pinto Budi Bowo Laksono, usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, Selasa (1/9/2026).

Pinto mengatakan, perusahaan telah melakukan verifikasi setelah menerima laporan mengenai temuan material di wilayah pesisir. Berdasarkan pemeriksaan internal, PHE ONWJ tidak menemukan adanya anomali dalam kegiatan operasional maupun indikasi kebocoran.

Berita Lainnya  Bukan Sekadar Bersih, Ini Terobosan Baru RSUD Cabangbungin

“Segera setelah mendapatkan laporan itu kita lakukan verifikasi ke lapangan dan sebagainya. Memang tidak ada dijumpai anomali operasi. Jadi semuanya dalam keadaan normal,” ujar Pinto.

Ia kembali menegaskan bahwa hasil pengecekan internal tidak menemukan hal-hal yang berkaitan dengan kebocoran dalam kegiatan operasional PHE ONWJ.

“Artinya tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan kebocoran di operasi, semua sudah dipastikan tidak ada,” katanya.

Namun, pernyataan tersebut belum menjawab pertanyaan utama mengenai dari mana material menyerupai limbah minyak tersebut berasal dan bagaimana material itu dapat ditemukan di pesisir Karawang.

Atas kondisi tersebut, Komisi III DPRD Kabupaten Karawang mendorong adanya investigasi independen untuk mengungkap sumber material berdasarkan pemeriksaan dan bukti ilmiah, bukan sekadar dugaan maupun klaim sepihak.

PHE ONWJ menyatakan tidak keberatan dengan proses verifikasi maupun investigasi yang melibatkan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Berita Lainnya  Presiden Resmikan Jembatan Merah Putih Presisi, Perkuat Konektivitas Warga di Wilayah Polda Metro Jaya

“Kita terbuka terhadap masukan dari semua pemangku kepentingan. Kaitannya dengan verifikasi di lapangan, laporan, temuan, yang berkaitan dengan laporan masyarakat kami terbuka saja,” ujar Pinto.

Di sisi lain, PHE ONWJ tetap mengambil langkah penanganan dengan melakukan pembersihan material di wilayah pesisir. Langkah tersebut dilakukan atas permintaan Bupati Karawang sebagai bentuk respons terhadap temuan di lapangan.

Pinto menyebut kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen dan itikad baik perusahaan, meskipun sumber material hingga kini belum diketahui.

“Jadi sifatnya komitmen, itikad baik, terlepas bahwa memang belum tahu itu asal dari mana. Artinya kan kalau dari sisi kita memang kita pastikan operasi kita berjalan dengan normal, tidak ada yang anomali,” jelasnya.

Berita Lainnya  Jelang Pilkades Serentak 67 Desa di Karawang, Anggota DPRD Jabar Sri Rahayu Gelar Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan

Persoalannya, pembersihan tidak otomatis menjawab persoalan mengenai sumber pencemaran. Tanpa investigasi yang transparan dan berbasis bukti, asal-usul material serta pihak yang bertanggung jawab tetap menjadi pertanyaan.

Hingga kini belum ada kesimpulan final mengenai sumber material menyerupai limbah minyak tersebut. Karena itu, hasil pemeriksaan, termasuk pengujian laboratorium dan investigasi lintas pihak, menjadi penting untuk memastikan fakta secara objektif.

Sebab, persoalan yang menyangkut pencemaran wilayah pesisir tidak cukup diselesaikan dengan memastikan bahwa satu kegiatan operasional berjalan normal. Yang lebih penting adalah memastikan dari mana material itu berasal, bagaimana bisa sampai ke pesisir, serta siapa yang harus bertanggung jawab apabila terbukti terjadi pencemaran. (Sup)

Bagikan Artikel