Beranda Daerah Gak Adil, Warga Soroti Dapur MBG di Cabangbungin Diduga Didominasi Suplier Luar...

Gak Adil, Warga Soroti Dapur MBG di Cabangbungin Diduga Didominasi Suplier Luar Daerah

BEKASI, NarasiKita.ID – Warga Desa Lenggahjaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, menyoroti keberadaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya yang diduga lebih banyak menggunakan suplier dari luar daerah dibanding memberdayakan pelaku usaha lokal.

Sorotan tersebut disampaikan Rahman, warga Desa Lenggahjaya, yang menilai kondisi itu menimbulkan rasa ketidakadilan bagi masyarakat sekitar, khususnya para pelaku UMKM dan petani lokal yang hingga kini belum banyak dilibatkan dalam penyediaan kebutuhan bahan pokok dapur MBG.

Menurut Rahman, pihak pengelola dapur MBG seharusnya melakukan evaluasi terhadap penggunaan suplier luar daerah agar keberadaan program pemerintah tersebut juga memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar.

Berita Lainnya  Pipa Diduga Milik Pertamina di Bantaran Sungai Ciherang Terbuka, Warga Khawatir Terjadi Kebocoran

“Idealnya pihak dapur harus mengevaluasi pihak-pihak suplier luar. Apalagi menurut informasi semuanya didominasi oleh pihak luar daerah. Secara tidak langsung ini sangat merugikan para petani wilayah,” tegas Rahman, Minggu (17/5/2026).

Ia mengatakan, jika kebutuhan dapur MBG melibatkan petani maupun UMKM lokal, maka perputaran ekonomi masyarakat Desa Lenggahjaya dan Kecamatan Cabangbungin dapat berjalan lebih baik.

Rahman juga meminta pihak pengelola dapur MBG segera membuka kesempatan bagi masyarakat lokal untuk ikut menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan program tersebut.

“Saya berharap adanya perubahan suplier, agar kami ikut serta membantu kebutuhan bahan pokok dapur MBG di Cabangbungin. Kami mendukung keberlangsungan program pusat Presiden Republik Indonesia menjadi lebih baik,” ujarnya.

Berita Lainnya  DPKPP Karawang Turunkan 170 Petugas untuk Pastikan Hewan Qurban Sehat dan Layak Konsumsi

Warga berharap pengelola dapur MBG dapat lebih memprioritaskan potensi lokal dalam penyediaan bahan pangan, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan penerima manfaat, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar. (MA)

Bagikan Artikel