Beranda blog Halaman 69

Kado Istimewa di Hari Jadi Karawang ke-392, Bupati Aep Resmikan RSUD Rengasdengklok: Layanan Kesehatan Lebih Dekat untuk Warga Utara

KARAWANG, NarasiKita.ID – Pemerintah Kabupaten Karawang melaksanakan Soft Opening Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok pada Minggu (14/09/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Karawang ke-392. Peresmian awal rumah sakit ini disebut sebagai kado istimewa bagi masyarakat, khususnya warga di wilayah pesisir utara Karawang.

Acara soft opening berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Karawang, para Kepala OPD, Asisten Daerah, camat, kepala desa, Ketua DPRD Karawang, Ketua Komisi IV DPRD Karawang beserta anggota, seluruh pejabat Dinas Kesehatan, serta berbagai elemen masyarakat dari berbagai kalangan. Kehadiran mereka menandai dukungan penuh atas kehadiran layanan kesehatan baru yang dinantikan sejak lama oleh masyarakat.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Pemkab Karawang melalui program ASN Peduli juga menyalurkan 234 paket sembako kepada warga Desa Amansari. Aksi sosial ini menjadi simbol kepedulian aparatur negara terhadap masyarakat di tengah momentum perayaan hari jadi daerah.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, dalam sambutannya menegaskan bahwa RSUD Rengasdengklok hadir untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama mereka yang tinggal di pesisir utara Karawang.

“Alhamdulillah, tepat pada 14 September ini, di momen Hari Jadi Karawang ke-392, kita dapat melakukan soft opening RSUD Rengasdengklok. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan benar-benar mendekatkan layanan kesehatan bagi masyarakat utara. Dengan kapasitas 130 tempat tidur dan pelayanan BPJS Kesehatan, masyarakat kini bisa mendapatkan akses layanan medis tanpa harus jauh ke Karawang Kota. Seluruh masyarakat Karawang sudah terjamin dengan UHC, dan kami terus upayakan agar sarana kesehatan semakin dekat dengan warga,” ujar Bupati.

Bupati Aep menyampaikan apresiasi kepada jajaran RSUD Rengasdengklok yang dipimpin oleh Direktur dr. Irwan. Menurutnya, infrastruktur dan fasilitas yang tersedia di rumah sakit baru ini tergolong lengkap, modern, dan mampu menunjang pelayanan kesehatan secara optimal.

“Kami melihat langsung berbagai ruangan, mulai dari IGD, ruang operasi, hingga ICU yang memiliki sembilan tempat tidur, dengan satu ruang isolasi khusus untuk penyakit menular. Fasilitas ini luar biasa, dengan peralatan yang modern dan lebih canggih. Saya berharap ke depan RSUD Rengasdengklok mampu memberikan layanan kesehatan terbaik untuk masyarakat,” ucap Bupati.

Selain fasilitas kesehatan, RSUD Rengasdengklok juga dilengkapi dengan layanan publik terpadu, di antaranya pelayanan administrasi kependudukan (pembuatan maupun perbaikan KTP, KK, dan akta kelahiran), serta pelayanan BPJS. Hal ini dihadirkan sebagai bentuk inovasi agar masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke pusat layanan di Karawang Kota.

“Adanya layanan Dukcapil dan BPJS di RSUD Rengasdengklok membuat masyarakat lebih mudah mengurus berbagai kebutuhan administratif sekaligus kesehatan dalam satu lokasi. Ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah daerah mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Kehadiran RSUD Rengasdengklok menjadi tonggak penting dalam pemerataan pembangunan di Karawang. Selama ini, masyarakat di wilayah utara sering mengeluhkan jauhnya jarak ke rumah sakit pusat kota. Dengan hadirnya RSUD ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan meningkat dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat.

Momentum soft opening ini tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga simbol komitmen Pemkab Karawang dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Kehadiran RSUD Rengasdengklok juga menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menyentuh wilayah pesisir yang selama ini dinilai kurang mendapat perhatian. (Yusup)

DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna Istimewa Peringati Hari Jadi ke-392

KARAWANG, NarasiKita.ID – DPRD Kabupaten Karawang menggelar Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-392 Kabupaten Karawang, Minggu (14/09/25), bertempat di Ruang Rapat DPRD.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Bupati Purwakarta, unsur Forkopimda, serta tamu undangan lainnya. Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Karawang H. Endang Sodikin dan diawali dengan pembacaan sejarah Karawang oleh Sekretaris Daerah Karawang H. Asep Aang Rahmatullah, dilanjutkan dengan pembacaan sajak Karawang-Bekasi oleh siswa-siswi SMAN 1 Karawang.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menekankan bahwa Karawang merupakan wilayah unik dengan perpaduan budaya Sunda dan semi Jawa. Menurutnya, karakter ini harus diwujudkan dalam pembangunan yang berbudaya, berkeadilan, dan harmonis.

“Saya ingin seluruh wilayah ini terhormat. Terhormat itu berarti bangunannya tertata, kebersihannya terjaga, estetikanya muncul, serta ada harmoni antara manusia dengan alam dan pemerintah dengan rakyatnya. Itulah yang disebut gemah ripah repeh rapih,” ujar KDM.

Ia juga mengucapkan selamat Hari Jadi ke-392 Kabupaten Karawang sekaligus mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi mewujudkan Karawang MASAGI, sesuai tema peringatan tahun ini.

Sementara itu, Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh menyampaikan bahwa perjalanan panjang 392 tahun Karawang terus diiringi pembangunan yang berkesinambungan. Pemerintah daerah, kata Aep, berkomitmen meningkatkan infrastruktur sekaligus kualitas SDM masyarakat.

Sejumlah capaian yang telah direalisasikan antara lain rehabilitasi drainase Jalan Surotokunto, pembangunan dan rehabilitasi gerai pelayanan publik Kecamatan Cikampek, pemberian beasiswa kepada 3.018 anak putus sekolah, serta rehabilitasi ruang kelas di jenjang SD dan SMP. ***

Warga Geger, Bayi Perempuan Tak Bernyawa Mengapung di Saluran Irigasi Rengasdengklok

KARAWANG, NarasiKita.ID – Warga Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, digegerkan oleh penemuan jasad bayi perempuan di saluran irigasi KW.14 Dusun Jati RT 005/005 pada Minggu (14/09/2025).

Saksi mata, Dadang, mengatakan bayi tersebut ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi tertelungkup di antara tumpukan eceng gondok. Penemuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian. “Bayi ini sudah meninggal saat ditemukan, tertelungkup di saluran irigasi,” ujarnya.

Mendapat laporan warga, Unit Reskrim Polsek Rengasdengklok yang dipimpin Aipda Alan Sutisna bersama tim segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. Kapolsek Rengasdengklok, Kompol H. Edi Karyadi, membenarkan adanya penemuan tersebut.

“Benar, kami menerima laporan dari warga tentang penemuan jasad bayi berjenis kelamin perempuan dalam kondisi meninggal dunia tertelungkup di saluran irigasi,” kata Kompol Edi Karyadi.

Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, menambahkan hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, penyelidikan lebih lanjut tetap dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian dan pihak yang membuang bayi tersebut. “Jasad bayi telah dibawa ke RS Hastien untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Kapolres Karawang, AKBP Fiki N. Ardiansyah, menegaskan komitmen pihaknya dalam mengusut kasus ini. “Kami berkomitmen mengusut tuntas kasus ini agar memberikan keadilan bagi korban sekaligus rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya. (Yusup)

Bupati dan Wakil Bupati Karawang Gelar Ziarah Makam Syech Quro dan Adipati Singaperbangsa Jelang Hari Jadi ke-392

KARAWANG, NarasiKita.ID – Menyambut Hari Jadi ke-392 Kabupaten Karawang, Bupati H. Aep Syaepuloh bersama Wakil Bupati H. Maslani serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan ziarah ke Makam Syech Quro di Kecamatan Lemahabang. Kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Komplek Makam Adipati Singaperbangsa, Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Sabtu (13/09/25).

Bupati Aep menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud penghormatan sekaligus doa bagi Bupati Pertama Karawang serta para pendahulu yang telah berjasa dalam sejarah berdirinya Kabupaten Karawang. Ia menekankan, semangat perjuangan para leluhur harus menjadi motivasi bagi generasi sekarang untuk melanjutkan pembangunan daerah.

“Komplek Makam Syech Quro dan Manggungjaya merupakan salah satu destinasi wisata religi yang dimiliki Kabupaten Karawang. Banyak masyarakat dari luar daerah yang datang untuk bertawasul. Mohon doa restu, tahun 2026 InsyaAllah kami akan melakukan revitalisasi kawasan Syech Quro. Tahun ini juga sedang dilaksanakan pembangunan masjid dan peningkatan jalan di Komplek Makam Bupati Pertama Karawang,” ujar Bupati Aep.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi dukungan Baznas Kabupaten Karawang yang turut berkolaborasi dengan pemerintah daerah. “Alhamdulillah, pada momentum Hari Jadi ini kita bisa memberikan santunan untuk anak yatim dan lansia. Semoga menjadi keberkahan bagi kita semua. Terima kasih kepada Baznas Karawang, semoga ke depan manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” tambahnya.

Selain ziarah dan tawasul budaya, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada 392 anak yatim dari Pemkab dan Baznas Karawang, 372 lansia dari Bupati Karawang, serta 20 lansia dari Baznas Karawang.

Acara kemudian ditutup dengan tausiyah yang disampaikan oleh Sayyid Seif Alwi, yang mengingatkan pentingnya meneladani ajaran Rasulullah SAW dalam berbuat baik dan menebar manfaat bagi sesama. (Yusup)

Kades Amansari Dukung Penuh Peresmian RSUD Rengasdengklok sebagai Fasilitas Kesehatan Strategis di Wilayah Karawang Utara

KARAWANG, NarasiKita.ID – Gelombang dukungan terhadap soft opening Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok yang akan dilaksanakan Minggu, 14 September 2025, terus berdatangan dari berbagai kalangan. Kali ini, dukungan penuh datang dari Pemerintah Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, yang menilai keberadaan rumah sakit baru tersebut sebagai sebuah langkah strategis untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat di bidang kesehatan sekaligus membuka ruang baru bagi perkembangan ekonomi lokal.

Kepala Desa Amansari, Napi, menegaskan bahwa pihaknya bersama masyarakat, tokoh agama, serta elemen desa lainnya, menyambut baik dan mendukung sepenuhnya peresmian RSUD Rengasdengklok. Menurutnya, kehadiran rumah sakit ini bukan hanya menjadi jawaban atas keterbatasan layanan kesehatan yang selama ini dirasakan masyarakat Karawang utara, tetapi juga diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

“Saya atas nama pemerintah Desa Amansari, masyarakat, dan tokoh agama, mendukung sepenuhnya untuk peresmian RSUD Rengasdengklok. Harapan saya bersama masyarakat, dengan hadirnya rumah sakit ini bisa membuka lapangan kerja bagi putra-putri daerah, serta mengembangkan perekonomian desa dan mendukung usaha kecil menengah (UKM) masyarakat,” ungkap Napi, kepada NarasiKita.ID, Sabtu (13/09/2025).

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa momentum ini menjadi semakin istimewa karena dilaksanakan bertepatan dengan perayaan Hari Jadi Karawang ke-392. Menurutnya, sejarah panjang Karawang sebagai “lumbung padi nasional” kini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pembangunan fasilitas publik yang merata hingga wilayah utara.

“Kami berharap RSUD Rengasdengklok ini menjadi tonggak penting pembangunan Karawang utara. Masyarakat Amansari dan sekitarnya sudah lama mendambakan adanya rumah sakit daerah yang dekat, terjangkau, dan memiliki fasilitas lengkap. Kini mimpi itu segera menjadi kenyataan,” tambahnya.

Selain aspek kesehatan, Napi juga menyoroti potensi multiplier effect dari keberadaan RSUD. Kehadiran tenaga kesehatan, layanan penunjang, hingga aktivitas pasien dan keluarga pasien diyakini akan memberikan peluang besar bagi pengembangan usaha lokal, mulai dari warung makan, jasa transportasi, hingga UMKM berbasis kerakyatan.

Dukungan Desa Amansari ini menambah daftar panjang elemen masyarakat yang menyuarakan optimisme atas berdirinya RSUD Rengasdengklok. Sebelumnya, berbagai organisasi masyarakat, lembaga bantuan hukum, tokoh pemuda, hingga karangtaruna juga menyatakan kesiapan mereka untuk mengawal suksesnya peresmian rumah sakit tersebut.

“Dengan mengedepankan semangat gotong royong dan kebersamaan, pemerintah Desa Amansari berharap RSUD Rengasdengklok dapat menjadi simbol kemajuan sekaligus menjawab harapan lama masyarakat Karawang utara terhadap fasilitas kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan,” pungkasnya. (Yusup)

Aliansi Ormas dan Tokoh Masyarakat Karawang Utara Tegaskan Dukungan Penuh untuk Peresmian RSUD Rengasdengklok

KARAWANG, NarasiKita.ID – Dukungan terhadap peresmian Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok kian menguat. Ketua Aliansi Organisasi Masyarakat (Ormas) se-Kecamatan Rengasdengklok, Mista Are Sanjaya atau yang akrab disapa Bang Are, menyampaikan sikap tegas bahwa pihaknya siap mengawal jalannya peresmian sekaligus memastikan RSUD benar-benar hadir sebagai solusi kebutuhan kesehatan masyarakat.

Bang Are, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerakan Militansi Pejuang Indonesia (GMPI) Kecamatan Rengasdengklok, menilai keberadaan RSUD ini merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menjawab kebutuhan dasar warga, khususnya masyarakat Karawang utara.

“RSUD Rengasdengklok adalah amanah besar sekaligus harapan masyarakat. Aliansi ormas berdiri satu suara untuk mendukung penuh peresmian ini. Namun, kami juga menegaskan bahwa setelah peresmian, kualitas pelayanan harus menjadi prioritas. Fasilitas, tenaga medis, dan manajemen rumah sakit wajib dijaga agar benar-benar memberi manfaat luas,” ujar Bang Are, Sabtu (13/09/2025).

Sikap serupa juga disampaikan Lili Ghazali atau yang biasa disapa akrab A Lili, tokoh masyarakat Karawang Utara sekaligus Direktur Ghazali Center. Ia menegaskan bahwa kehadiran RSUD Rengasdengklok merupakan jawaban dari perjuangan panjang masyarakat yang menginginkan akses kesehatan setara dengan wilayah lain di Karawang.

“Kita harus memastikan RSUD ini tidak hanya berdiri sebagai bangunan megah, tetapi juga berfungsi secara optimal. Jangan sampai rumah sakit ini hanya menjadi simbol tanpa manfaat. Masyarakat menaruh harapan besar, dan pemerintah harus menjawabnya dengan kinerja nyata,” kata A Lili.

Ia menambahkan, peresmian RSUD Rengasdengklok harus dijadikan momentum awal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Karawang utara. “Ini langkah maju yang patut diapresiasi. Namun ke depan, kita semua, baik pemerintah, masyarakat maupun elemen sosial, harus bersinergi agar RSUD ini berkembang menjadi pusat pelayanan kesehatan yang profesional, modern, dan humanis,” tegasnya.

Dengan mengalirnya dukungan dari berbagai elemen, mulai dari aliansi ormas hingga tokoh masyarakat, peresmian RSUD Rengasdengklok diharapkan menjadi babak baru dalam pemenuhan hak kesehatan warga Karawang utara. (Yusup)

LBH Bumi Proklamasi Ikut Kawal dan Dukung Soft Opening RSUD Rengasdengklok: Ingatkan Bukan Sekadar Seremoni

KARAWANG, NarasiKita.ID – Antusiasme masyarakat Karawang Utara menyambut Soft Opening Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 14 September 2025, semakin terasa. Dukungan demi dukungan terus berdatangan dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi kepemudaan, tokoh masyarakat, hingga kelompok profesi. Kali ini, dukungan penuh datang dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bumi Proklamasi yang menegaskan siap mengawal keberadaan RSUD Rengasdengklok agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas.

LBH Bumi Proklamasi, Dede Jalaludin, S.H., atau yang akrab disapa Kang DJ, menilai pembangunan RSUD Rengasdengklok merupakan tonggak sejarah penting bagi wilayah Karawang bagian utara. Selama ini, masyarakat di kawasan Rengasdengklok, Kutawaluya, Jayakerta, hingga Pakisjaya dan wilayah lainya di wilayah karawang utara harus menempuh perjalanan cukup jauh ke pusat kota Karawang atau rumah sakit swasta untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kehadiran RSUD Rengasdengklok adalah jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat Karawang Utara. Selama ini akses kesehatan sering kali terhambat oleh jarak dan biaya. Dengan adanya RSUD di Rengasdengklok, masyarakat tidak perlu lagi bersusah payah. Inilah yang kami sebut sebagai bentuk nyata keadilan sosial di bidang kesehatan,” ujar Kang DJ, Sabtu (13/09/2025).

Lebih lanjut, Kang DJ menegaskan bahwa LBH Bumi Proklamasi akan ikut serta memastikan rumah sakit daerah tersebut tidak hanya berhenti pada seremoni peresmian. Menurutnya, RSUD Rengasdengklok harus konsisten menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, dan ramah terhadap masyarakat kecil.

“Kami ingin memastikan RSUD ini tidak hanya dibuka, tapi juga dikelola secara benar. Jangan sampai ada praktik diskriminasi, pungli, atau pelayanan yang merugikan rakyat kecil. LBH Bumi Proklamasi siap mengawal dan menjadi mitra kritis pemerintah daerah demi menjamin pelayanan publik berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Sementara itu, Syarif Husen, S.H., LBH Bumi Proklamasi lainnya, menekankan bahwa dukungan ini bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk komitmen konkret organisasi masyarakat sipil. Menurutnya, RSUD Rengasdengklok memiliki posisi strategis, tidak hanya sebagai fasilitas kesehatan, tetapi juga sebagai instrumen peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Rumah sakit bukan sekadar gedung megah, melainkan representasi negara dalam melindungi rakyat. Kami mendukung penuh, tapi juga akan kritis bila ditemukan penyimpangan. RSUD ini harus dijaga bersama agar tetap berpihak pada kepentingan publik, bukan segelintir pihak,” tegas Syarif.

Dukungan LBH Bumi Proklamasi menambah daftar panjang elemen masyarakat yang menyuarakan semangat serupa. Sebelumnya, sejumlah organisasi kepemudaan, tokoh agama, hingga komunitas warga Rengasdengklok telah menyatakan dukungan penuh terhadap soft opening RSUD.

Momen soft opening RSUD Rengasdengklok bertepatan dengan Hari Jadi Karawang yang ke 392 tahun yang membuat peristiwa ini semakin sarat makna. Selain menjadi kado bagi masyarakat, kehadiran RSUD ini juga diharapkan menjadi titik balik pemerataan pembangunan di Karawang. Dukungan dari LBH Bumi Proklamasi sekaligus mengingatkan bahwa pelayanan kesehatan adalah hak dasar masyarakat yang harus dijamin oleh negara.

Dengan adanya dukungan dari berbagai elemen, RSUD Rengasdengklok diharapkan benar-benar mampu menjadi rumah sakit rakyat, bukan sekadar proyek infrastruktur. Harapan besar kini bertumpu pada konsistensi pengelolaan dan komitmen pemerintah daerah dalam menjadikan RSUD Rengasdengklok sebagai simbol keadilan sosial dan pelayanan publik yang bermartabat. (Yusup)

Karangtaruna Rengasdengklok Siap Kawal Soft Opening RSUD, Hadiah HUT Karawang ke-392

KARAWANG, NarasiKita.ID – Karangtaruna Kecamatan Rengasdengklok menegaskan siap menyukseskan soft opening Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rengasdengklok yang akan digelar Minggu, 14 September 2025. Momen ini dinilai istimewa karena bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Karawang ke-392 sekaligus menjadi tonggak penting bagi masyarakat Karawang utara.

Ketua Karangtaruna Rengasdengklok, Agus Ginanjar, S.H. (A Gingin), menyebut RSUD Rengasdengklok sebagai jawaban atas penantian panjang masyarakat. Selama ini warga harus menempuh jarak jauh ke pusat kota atau bergantung pada rumah sakit swasta dengan biaya tinggi.

“Saya sangat mengapresiasi hadirnya RSUD Rengasdengklok. Rumah sakit ini bukan hanya sekadar bangunan, tetapi simbol kehadiran negara melalui pemerintah daerah dalam memastikan layanan kesehatan yang lebih dekat, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat Karawang utara,” tegas A Gingin kepada NarasiKita.ID, Sabtu (13/09/2025).

Kemudian, A Gingin juga mengungkapkan bahwa rumah sakit baru ini adalah investasi sosial jangka panjang, terutama bagi masyarakat kurang mampu, lansia, hingga ibu dan anak.

“Ini fasilitas vital yang harus kita jaga bersama. Kalau ada persoalan teknis, mari kita kawal agar transparan dan adil. Tapi jangan sampai mengaburkan arti penting dari peresmian RSUD ini. Karangtaruna berdiri paling depan untuk memastikan keberlanjutan pelayanan yang berpihak pada rakyat,” ujarnya.

Selain itu, dukungan penuh juga datang dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Karangtaruna Rengasdengklok, Iwan Jov. Ia menginstruksikan seluruh jajaran Karangtaruna dari tingkat desa hingga dusun untuk aktif mengawal soft opening sekaligus mensosialisasikan keberadaan rumah sakit baru ini.

“Karangtaruna harus menjadi corong informasi sekaligus pengawal masyarakat. Soft opening RSUD Rengasdengklok bukan hanya acara seremonial, tapi momentum sejarah yang wajib kita sukseskan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia pun berharap kehadiran RSUD Rengasdengklok mampu menghadirkan akses kesehatan yang lebih mudah, cepat, dan merata bagi masyarakat Karawang utara.

“Bagi Karangtaruna, momen ini menjadi hadiah berharga di HUT Karawang ke-392 sekaligus bukti nyata bahwa pembangunan daerah harus benar-benar menyentuh kebutuhan dasar rakyat,” tandasnya. (Yusup)

LBH Bumi Proklamasi Murka: Surat Resmi Disobek Pejabat, Aset Sekolah Diduga Dijual Gelap

0-3248x1440-0-0-{}-0-24#

KARAWANG, NarasiKita.ID – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bumi Proklamasi melayangkan protes keras terhadap Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang. Pasalnya, surat resmi permohonan audiensi terkait dugaan penjualan aset daerah berupa bekas bangunan sekolah yang bernilai ekonomis diduga justru mendapat perlakuan tidak pantas dari pejabat Disdikpora yang diantarkan pada Kamis (11/09/2025).

Alih-alih sampai ke meja Kepala Dinas, surat resmi itu justru dibuka bahkan disebut disobek oleh salah seorang pejabat dinas. LBH menilai tindakan tersebut bukan hanya melanggar etika birokrasi, melainkan juga bentuk arogansi pejabat publik.

“Ini pelecehan terhadap mekanisme administrasi pemerintahan. Bagaimana mungkin surat resmi yang ditujukan ke Kepala Dinas justru disobek dan dibuka sembarangan oleh pejabat lain? Kami menilai ini bukan sekadar soal etika, tapi sudah menunjukkan sikap arogan pejabat dinas pendidikan,” tegas Syarif Husen, perwakilan LBH Bumi Proklamasi kepada NarasiKita.ID, Jumat (12/09/2025).

Kemudian, ia juga menduga sikap arogan itu tidak lepas dari substansi surat yang mereka layangkan. Dalam surat tersebut, LBH meminta klarifikasi terkait dugaan penjualan aset daerah berupa bekas bangunan sekolah yang masih memiliki nilai ekonomis, namun hasil penjualannya tidak pernah masuk ke kas daerah.

“Terlepas dari SOP disposisi dan alasan lainnya, penyobekan amplop surat jelas tidak mencerminkan etika yang baik. Surat itu ditujukan langsung kepada Kepala Dinas, bukan pejabat lain,” ujarnya.

Lebih jauh, Syarif menduga tindakan panik pejabat yang menyobek dan membuka surat justru menguatkan indikasi adanya praktik kotor dalam pengelolaan aset pendidikan.

“Kalau memang tidak ada masalah, mengapa harus panik sampai surat audiensi disobek dan dibuka? Jangan-jangan Ini semakin mempertegas dugaan adanya permainan busuk dalam penjualan aset sekolah,” sindirnya.

Atas insiden ini, LBH Bumi Proklamasi menuntut Kepala Disdikpora Karawang untuk segera memberi penjelasan terbuka kepada publik, menjatuhkan sanksi terhadap pejabat arogan tersebut, serta mengusut tuntas dugaan penyimpangan aset.

“Kami akan kawal persoalan ini sampai tuntas. Tidak boleh ada lagi aset daerah yang diperjualbelikan seenaknya tanpa masuk ke kas negara. Dan tidak boleh ada lagi pejabat yang seenaknya merobek etika birokrasi,” pungkasnya. (Yusup)

Pedagang Pasar Proklamasi Geruduk Camat, Ultimatum Relokasi Pedagang Liar di Rengasdengklok dan Ancam Aksi Bawa Dagangan ke Kantor Bupati

KARAWANG, NarasiKita.ID – Suasana kantor Kecamatan Rengasdengklok memanas, Jumat (12/09/2025). Puluhan pedagang Pasar Proklamasi mendatangi camat dengan nada geram, menuntut pemerintah segera menertibkan sekaligus merelokasi pedagang liar yang masih berjualan di jalan-jalan utama Rengasdengklok.

Para pedagang menilai pemerintah setengah hati dalam penataan pasar. Padahal Pasar Proklamasi sudah ditetapkan sebagai pusat perdagangan resmi, namun masih banyak pedagang bebas berjualan di luar lokasi. Kondisi ini membuat pedagang pasar proklamasi merugi dan menimbulkan kesemrawutan di pusat kota kecamatan.

“Kami sudah bayar kios dan retribusi, tapi pedagang liar dibiarkan. Kalau dibiarkan terus, kami yang resmi bisa mati pelan-pelan,” tegas salah seorang pedagang saat aksi.

Mereka menegaskan, tuntutannya hanya satu, Pasar Proklamasi harus menjadi pusat perdagangan satu-satunya di Rengasdengklok. Tidak boleh ada alasan bagi pedagang liar tetap berjualan di luar. Bahkan, pedagang memberi ultimatum agar camat bersama dinas terkait segera bertindak. Jika tidak, mereka mengancam akan menggelar aksi lebih besar serta kembali berjualan di jalan bahkan membawa dagangan ke Kantor Bupati Karawang.

Wawan, salah seorang pedagang, menyatakan bahwa pemerintah jangan lagi hanya menggelar rapat tanpa hasil konkret.

“Tuntutan kami jelas, jangan hanya rapat internal-eksternal bertahun-tahun sudah lama. Kami menuntut tindakan nyata. Tadi Pak Camat memberi waktu satu minggu setelah HUT Karawang. Kalau tidak ada tindakan tegas dari pemerintah mungkin kami siap turun dengan aksi lebih besar dan membawa dagangan ke depan kantor bupati,” ungkapnya.

Camat Rengasdengklok, Panji Santoso hanya bisa menampung aspirasi pedagang dengan janji akan menyampaikan persoalan ini ke tingkat kabupaten. Namun pedagang mengingatkan agar janji itu tidak kembali menjadi formalitas tanpa langkah nyata.

Aksi berjalan tertib dengan pengawalan aparat kepolisian, meski ketegangan jelas terasa karena para pedagang mengaku sudah terlalu lama menunggu penertiban.

Sementara itu, Plt Sekretaris Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindag) Kabupaten Karawang, Burhanudin, menegaskan hasil rapat akan ditindaklanjuti dengan mengirimkan surat resmi ke Bupati Karawang.

“Alhamdulillah kondusif. Tindak lanjutnya, kami akan berkirim surat dan melaporkan kepada pimpinan, karena kewenangan lebih lanjut ada di Bupati,” pungkasnya. (Yusup)

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
Google search engine

Berita Terbaru

Nasional

Investigasi

Pemerintahan

Kriminal

SINERGI GMKR DAN MPUII: LANGKAH AWAL MENGEMBALIKAN KEDAULATAN RAKYAT

0
Jakarta, NarasiKita.ID - Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) menjalin sinergi strategis dengan Majelis Permusyawaratan Umat Islam Indonesia (MPUII) dalam sebuah pertemuan silaturahmi yang...

Budaya

SINERGI GMKR DAN MPUII: LANGKAH AWAL MENGEMBALIKAN KEDAULATAN RAKYAT

0
Jakarta, NarasiKita.ID - Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) menjalin sinergi strategis dengan Majelis Permusyawaratan Umat Islam Indonesia (MPUII) dalam sebuah pertemuan silaturahmi yang...