Beranda Daerah Proyek Jalan Hampir 2 Miliar di Tangerang Diduga Asal-Asalan, Baru Dua Pekan...

Proyek Jalan Hampir 2 Miliar di Tangerang Diduga Asal-Asalan, Baru Dua Pekan Sudah Retak

TANGERANG, NarasiKita.ID — Proyek peningkatan jalan penghubung Jalan Raya Gandaria–Kresek di Kabupaten Tangerang diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pasalnya, baru rampung dua pekan lalu, jalan yang dibangun dengan anggaran fantastis sebesar Rp1.974.665.000 itu kini sudah dipenuhi retakan.

Berdasarkan informasi dari papan proyek, peningkatan jalan Kresek–Pejamuran di Kecamatan Kresek ini merupakan tanggung jawab Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, dengan pelaksana pekerjaan CV. Sumur Ranje. Jalan tersebut seharusnya menjadi akses vital bagi masyarakat, namun kualitas pengerjaan justru menuai sorotan.

Berita Lainnya  PNS dan PPPK Jadi BPD, KNPI: Surat Edaran Sudah Keluar, Tapi Mana Tindak Lanjutnya?

Retakan terlihat jelas di sepanjang badan jalan, menimbulkan dugaan kuat bahwa pembangunan tidak dilakukan sesuai dengan standar teknis yang semestinya.

Seorang aktivis muda, Herlan, menyatakan kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan serta buruknya kualitas pekerjaan. “Ini bukan sekadar masalah teknis. Kalau dikerjakan sesuai mutu, tidak mungkin baru dua minggu sudah retak. Ini proyek uang rakyat, bukan ajang coba-coba,” tegas Herlan, Rabu (07/05/2025).

Ia juga mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap proyek tersebut. “Kemana pengawas saat pengerjaan berlangsung? Apakah tutup mata atau memang ada kongkalikong? Hal ini harus dibuka ke publik,” tambahnya.

Berita Lainnya  GMPI Karawang Desak RDP, Anggota DPRD Komisi I Abi Azis: Sudah Disposisi, Sedang Dijadwalkan

Retaknya jalan yang belum genap sebulan selesai ini memperkuat dugaan adanya penyimpangan anggaran serta minimnya akuntabilitas dari pihak pelaksana.

“Kami meminta transparansi penuh dari dinas terkait, serta penindakan tegas terhadap pihak pelaksana jika terbukti lalai atau melakukan pelanggaran,” ujarnya.

“Proyek bernilai miliaran rupiah ini seharusnya memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Alih-alih begitu, yang muncul justru kekecewaan dan tanda tanya besar: siapa yang bermain di balik proyek rapuh ini?” pungkasnya. (Asepullah)

Bagikan Artikel