Beranda Daerah Proyek Pemagaran SDN Setialaksana 01 Tanpa Papan Informasi Dikeluhkan Warga, Utusan Pelaksana...

Proyek Pemagaran SDN Setialaksana 01 Tanpa Papan Informasi Dikeluhkan Warga, Utusan Pelaksana Ngamuk

BEKASI, NarasiKita.ID – Proyek pemagaran halaman SD Negeri Setialaksana 01 yang berlokasi di Kampung Garon Tengah RT 006/02, Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, menuai keluhan dari warga. Proyek tersebut dilaporkan tidak memasang papan informasi sejak awal pelaksanaan, sehingga menimbulkan kecurigaan masyarakat. Kejadian ini terjadi pada Jumat (18/04/2025).

Wardi, salah satu warga yang datang langsung ke lokasi proyek, menyayangkan tidak adanya papan informasi yang seharusnya menjadi bagian dari keterbukaan publik dalam proyek pemerintah.

“Saya datang ke lokasi karena ingin mempertanyakan kenapa papan informasi proyek tidak dipasang sejak awal. Ini penting agar masyarakat tahu dari mana anggarannya, berapa nilainya, dan siapa pelaksananya,” ungkap Wardi.

Berita Lainnya  IPSI Karawang Barat Jadikan Ramadan Momentum Penguatan Pembinaan dan Silaturahmi Antarperguruan

Ia juga menyatakan kekhawatirannya mengenai kemungkinan pelaksanaan proyek yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (bestek), terutama terkait penggunaan material.

“Saya menduga ada ketidaksesuaian dalam pekerjaan, seperti penggunaan besi sloof yang tidak sesuai standar,” tambahnya.

Situasi sempat memanas saat seorang pria berinisial RK yang mengaku sebagai utusan dari pihak pelaksana proyek datang dan dengan nada tinggi mempertanyakan siapa yang menghentikan pekerjaan.

Tindakan RK memancing emosi warga dan terjadi adu argumen antara RK dan Wardi. Guna menghindari konflik yang lebih besar, warga akhirnya meminta RK untuk meninggalkan lokasi proyek.

Berita Lainnya  Dana Desa Harus Transparan, Bupati Aep Sambut Sinergi Kejaksaan Republik Indonesia dan Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional

Sementara itu, Karsim (47), selaku mandor proyek, memberikan klarifikasi bahwa penghentian sementara pekerjaan bukan karena intervensi warga, melainkan karena ketiadaan material.

“Tidak ada warga yang menghentikan proyek. Pekerjaan memang sedang terhenti karena semen dan besi cincin habis,” jelas Karsim saat dikonfirmasi.

Warga berharap ke depan pelaksana proyek dapat menerapkan prinsip transparansi dengan memasang papan informasi sejak awal pekerjaan, sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan tentang keterbukaan informasi publik.

(Laporan: M. Adin)

Bagikan Artikel