
KARAWANG, NarasiKita.ID – Sebuah unggahan di media sosial menjadi viral setelah akun Instagram @wisata_banjirpangasinan mengumumkan rencana aksi damai yang akan digelar pada hari senin 21 April 2025 pukul 10:00 WIB oleh warga Desa Karangligar, Kabupaten Karawang. Diduga aksi ini merupakan bentuk kekecewaan masyarakat terhadap kepemimpinan kepala desa yang dinilai tidak memberikan kontribusi nyata selama masa jabatannya.
Dilihat, NarasiKita.ID dalam unggahan tersebut, ditulis seruan dalam bahasa Sunda yang menggambarkan semangat mengajak dari berbagai elemen masyarakat, seperti petani, buruh, pelajar, hingga mahasiswa. Seruan tersebut berbunyi:
“HARUDANG-HARUDANG!!!! Nu rek tandur, nu rek ngalektor, nu rek cabut, nu rek ngasag, nu rek ngarontog, nu rek gawe, nu rek kuliah jeung nu lain sajabana, hayu waktuna hudang ngalawan kades nu teu jelas arahna kamana!!!! Ges waktuna urang hudang ulah ngarasakeun wae paitna hungkul. 4 tahun ngajabat eweuh pisan kontribusina! 4 tahun ngajabat eweuh pisan pembangunan! 4 tahun ngajabat ngan hare-hare wae! Ges waktuna urang bangkit tumbangkeun kades nu teu nyaah ka rakyatna! Tumbangkan kades nu sok playing victim!”
Unggahan tersebut juga disertai tagar seperti #KarangligarGelap dan #LemburAingHargaDiriAing.
Menanggapi rencana aksi tersebut, Kepala Desa Karangligar, Ersim, menyatakan bahwa ia belum menerima informasi resmi dan mengetahui terkait tujuan dan isi tuntutan warga.
“Nggak tahu masalah aksinya apa, kita juga kan sama pak kanit juga sudah ngobrol itu sudah ada izin belum kata pak kanit nggak ada cuma ada surat tembusan waktu ketemuan sama pak lurah doang, intinya belum ada izin mungkin. kan nggak tahu semuanya juga. Ya maksudnya mau aksi apa, mau demo apa,” kata Ersim Kepala Desa Karangligar kepada NarasiKita.ID, Minggu (20/04/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak desa telah berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), termasuk Kapolsek, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Camat, untuk merespons dan menampung aspirasi yang akan disampaikan oleh warga pada aksi tersebut.
“Ya sudah sama pak kapolsek, sama babinsa, babinmas semuanya termasuk pak camat juga sudah, ditanggapi aja dia mau bikin aksi apa, Besok kita akan menghadap ke Desa maksudnya mau bikin demo apa kita kan nggak tahu,” ungkapnya
“Soalnya nggak tahu awalnya apa, padahal kemarin staff kita sama pak camat sudah mengundurkan diri, tiba-tiba ko ini mau demo, demo nya apa saya juga nggak tahu,” timpalnya. (*)



























