KARAWANG, NarasiKita.ID – Antusiasme masyarakat terhadap pelayanan BPJS Kesehatan/JKN-KIS di RSUD Rengasdengklok membludak hanya sehari setelah diresmikan langsung oleh Bupati Karawang Aep Syaepuloh pada Senin (11/5/2026).
Lonjakan pasien tersebut membuat kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang rawat inap di RSUD Rengasdengklok mengalami overload atau penuh. Informasi itu disampaikan langsung melalui pengumuman resmi manajemen rumah sakit yang beredar pada Selasa (12/5/2026).
Dalam pengumuman tersebut, manajemen RSUD Rengasdengklok menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena kapasitas pelayanan sementara tidak mampu menampung tingginya jumlah pasien yang datang.
“Mohon maaf, untuk saat ini kapasitas IGD dan ruang rawat inap sedang penuh (overload),” tulis pengumuman resmi rumah sakit.
Manajemen rumah sakit juga mengimbau fasilitas kesehatan maupun pihak perujuk agar sementara waktu tidak mengirim pasien tanpa melalui prosedur SPGDT RSUD Rengasdengklok.
Fenomena membludaknya pasien itu dinilai menjadi bukti tingginya kebutuhan masyarakat pesisir utara Karawang terhadap akses layanan kesehatan yang lebih dekat dan terjangkau.
Sebelumnya, saat meresmikan pelayanan BPJS/JKN-KIS di RSUD Rengasdengklok, Bupati Karawang Aep Syaepuloh menegaskan bahwa kehadiran rumah sakit tersebut memang diproyeksikan untuk mempermudah masyarakat wilayah utara Karawang mendapatkan pelayanan kesehatan.
“Kami ingin pelayanan kesehatan lebih dekat bagi masyarakat pesisir utara mulai dari Pakisjaya, Batujaya, Cibuaya, Tirtajaya, Cilebar, Pedes, Jayakerta hingga Rengasdengklok,” ujar Aep.
Bupati juga menyebut Pemerintah Kabupaten Karawang terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk melalui program Universal Health Coverage (UHC) agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan lebih mudah.
Sementara itu, Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin sebelumnya mengapresiasi operasional pelayanan BPJS di RSUD Rengasdengklok dan berharap rumah sakit tersebut mampu memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat.
Namun di sisi lain, kondisi overload yang terjadi sesaat setelah pelayanan BPJS dibuka juga menjadi catatan penting terkait kesiapan kapasitas rumah sakit dalam menghadapi lonjakan pasien, terutama dari wilayah pesisir utara Karawang yang selama ini mengalami keterbatasan akses layanan kesehatan. (Sup)




























