Beranda Pemerintahan Sekolah Terendam, Belajar Terhenti: Disdikbud Karawang Utamakan Keselamatan Siswa

Sekolah Terendam, Belajar Terhenti: Disdikbud Karawang Utamakan Keselamatan Siswa

KARAWANG, NarasiKita.ID — Hujan deras yang mengguyur wilayah Karawang dalam beberapa hari terakhir tak hanya merendam permukiman warga, tapi juga memaksa aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah terhenti.

Sedikitnya tiga sekolah di Kecamatan Telukjambe Barat dilaporkan terdampak banjir cukup parah, yakni SMP Negeri 1 Telukjambe Barat, SDN Karangligar 1, dan SDN Karangligar 2. Air setinggi lutut orang dewasa menggenangi ruang-ruang kelas, membuat siswa harus belajar di rumah dan guru sibuk menyelamatkan dokumen penting.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, menyebut pihaknya hanya mencatat sekolah dengan genangan banjir yang benar-benar mengganggu proses belajar mengajar.

Berita Lainnya  Berdiri Sejak 1986, Tak Pernah Dapat Bantuan: 4 Ruangan Sekolah MI Mathlaul Anwar III Segaran Ambruk

“Yang kami data dan laporkan adalah banjir yang betul-betul menghambat KBM. Kalau hanya halaman yang tergenang, itu tidak kami masukkan, karena tidak berdampak langsung pada kegiatan pembelajaran,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).

Menurut Wawan, banjir yang masuk hingga ke dalam ruang kelas membuat proses belajar tatap muka tidak mungkin dilakukan. Karena itu, pihaknya telah menginstruksikan sekolah untuk menyelamatkan dokumen penting, mengamankan perangkat pembelajaran, dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan serta instansi terkait.

“Kami sudah mengingatkan agar semua dokumen penting segera diamankan. Jangan sampai arsip sekolah dan perangkat pembelajaran rusak. Kami terus memantau perkembangan di lapangan,” tegasnya.

Berita Lainnya  LBH DPD GMPI Karawang: Pemerintah Daerah Dinilai Gagal Baca Risiko, Drainase Dangkal Jadi Simbol Kegagalan Sistemik

Sementara itu, Sekretaris Disdikbud Karawang, Irlan Suarlan, menegaskan bahwa keselamatan siswa dan guru menjadi prioritas utama. Ia memberikan fleksibilitas kepada sekolah terdampak untuk menyesuaikan metode belajar.

“Pembelajaran bisa dilakukan secara daring atau melalui penugasan mandiri. Yang terpenting, jangan memaksakan diri. Keselamatan siswa dan guru jauh lebih penting daripada memaksakan KBM tatap muka,” ujarnya.

Irlan juga mengingatkan agar sekolah tidak membuka kembali kelas sebelum kondisi benar-benar aman.

“Selama banjir belum surut dan ruang kelas masih tergenang, sebaiknya tunda dulu kegiatan tatap muka,” pungkasnya. (Sup)

Bagikan Artikel