KARAWANG, NarasiKita.ID – Persaingan peserta dalam ajang pendidikan tingkat Kabupaten Karawang mulai berlangsung. Sebanyak 138 guru dan tenaga kependidikan mengikuti Lomba Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), sementara 18 sekolah mengikuti Lomba Siswa Berprestasi (Sispres) dan 24 sekolah ambil bagian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC).
Ketiga kompetisi tersebut digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang di SD Sehati Karawang pada Selasa (22/9/2026).
Lomba Apresiasi GTK diikuti peserta jenjang SD dan SMP dalam 12 kategori. Proses penilaian melibatkan tim juri dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat.
Kepala Disdikbud Kabupaten Karawang, Wawan Setiawan Natakusumah, mengatakan kompetisi tersebut tidak hanya ditujukan untuk menentukan peserta yang meraih juara, tetapi juga menjadi ruang untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman.
“Yang terpilih nanti adalah orang-orang yang memang mewakili, yang terbaik di antara yang baik,” ujar Wawan.
Menurut Wawan, peserta telah melewati tahapan seleksi sehingga diharapkan mampu menunjukkan kemampuan masing-masing secara optimal.
“Yang terpenting bukan hanya menjadi juara, tetapi bagaimana peserta bisa belajar, meningkatkan kemampuan, dan mendapatkan pengalaman,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Karawang, Yanto, mengatakan Sispres dan LCC menjadi bagian dari pembinaan minat, bakat, kreativitas, serta kemampuan akademik siswa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Bukan hanya mengejar juara, tetapi juga membangun kepercayaan diri, pengalaman, dan semangat berprestasi,” kata Yanto.
Dari 138 peserta Lomba Apresiasi GTK, mereka terbagi dalam 12 kategori, yakni Guru Dedikatif SD dan SMP 17 peserta, Guru Transformatif 25 peserta, KKG/MGMP 14 peserta, Kelompok Kerja Pengawas Sekolah 2 peserta, dan KKKS/MKKS 10 peserta.
Kemudian Kepala Sekolah Dedikatif 13 peserta, Kepala Sekolah Transformatif 19 peserta, Pengawas Dedikatif 2 peserta, Pengawas Transformatif 4 peserta, Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) Transformatif 16 peserta, Tenaga Laboratorium Sekolah (TLS) Transformatif 6 peserta, serta Tenaga Perpustakaan Sekolah (TPS) Transformatif 10 peserta.
Sementara Sispres diikuti perwakilan dari 18 sekolah. Adapun LCC diikuti 24 sekolah dari sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang.
Yanto meminta seluruh peserta menjaga sportivitas selama kompetisi berlangsung. Menurutnya, proses kompetisi juga menjadi bagian dari pembelajaran bagi peserta.
“Kompetisi ini bukan semata-mata untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana peserta mendapatkan pengalaman, belajar dari peserta lain, dan terus mengembangkan kemampuan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Kegiatan Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kabupaten Karawang Tahun Anggaran 2026, khususnya Sub Kegiatan Lomba Siswa Berprestasi dan Lomba Cerdas Cermat Tingkat Kabupaten Karawang.
Peserta yang terpilih sebagai terbaik nantinya diharapkan dapat mewakili Kabupaten Karawang dalam ajang pendidikan pada tingkat selanjutnya.
Dengan keterlibatan ratusan peserta dan puluhan sekolah, kompetisi tersebut sekaligus menjadi salah satu ruang bagi Disdikbud Karawang untuk memetakan potensi guru, tenaga kependidikan, dan siswa yang dinilai memiliki prestasi di bidang masing-masing. (*)




























