KARAWANG, NarasiKita.ID – Kepala Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, Katam, mengapresiasi komitmen PT Astra Honda Motor (AHM) yang terus mendukung pelestarian kawasan pesisir melalui pembangunan rumah bibit mangrove, penanaman 15.000 bibit mangrove, serta pengembangan sarana pendukung di Kawasan Ekowisata Mangrove Tambaksari.
Menurut Katam, kolaborasi yang telah terjalin tidak hanya berdampak pada upaya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor ekowisata berbasis konservasi.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada PT Astra Honda Motor yang secara konsisten mendampingi pengembangan kawasan mangrove di Desa Tambaksari. Dukungan ini bukan hanya tentang penanaman pohon, tetapi juga membangun harapan agar kawasan pesisir tetap lestari sekaligus mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Katam.
Pada kegiatan yang digelar Rabu (22/7/2026), AHM menanam 15.000 bibit mangrove yang terdiri atas jenis Rhizophora dan Avicennia. Selain itu, perusahaan juga membangun rumah bibit mangrove, gerbang landmark kawasan, serta papan edukasi sebagai bagian dari penguatan identitas Ekowisata Mangrove Tambaksari sebagai kawasan konservasi sekaligus destinasi wisata edukatif.
Katam menilai keberadaan fasilitas tersebut akan semakin memperkuat posisi Desa Tambaksari sebagai salah satu kawasan konservasi mangrove unggulan di Kabupaten Karawang. Menurutnya, kawasan yang terjaga dengan baik akan menarik lebih banyak wisatawan, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM, kelompok nelayan, hingga masyarakat sekitar.
“Pelestarian mangrove adalah investasi jangka panjang. Selain melindungi wilayah pesisir dari abrasi dan dampak perubahan iklim, kawasan ini juga membuka peluang usaha baru melalui sektor wisata dan edukasi lingkungan. Karena itu, menjaga mangrove merupakan tanggung jawab bersama,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kawasan mangrove yang telah dibangun bersama. Menurutnya, keberhasilan konservasi tidak cukup hanya dengan penanaman, tetapi membutuhkan komitmen seluruh pihak dalam merawat dan mengembangkan kawasan secara berkelanjutan.
“Kami berharap Ekowisata Mangrove Tambaksari terus berkembang menjadi kebanggaan Kabupaten Karawang dan Provinsi Jawa Barat. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan generasi muda harus terus diperkuat agar manfaat lingkungan dan ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan,” tambahnya.
Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 80 peserta yang berasal dari unsur Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Karawang, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, sekolah, perguruan tinggi, masyarakat, serta karyawan AHM. Program ini merupakan kelanjutan rehabilitasi mangrove yang telah dimulai sejak tahun sebelumnya.
Hingga saat ini, sebanyak 21.400 pohon mangrove telah tumbuh di Kawasan Ekowisata Mangrove Tambaksari sebagai benteng alami yang menjaga ekosistem pesisir sekaligus memperkuat pengembangan desa wisata berbasis konservasi. Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan AHM dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).***




























