BEKASI, NarasiKita.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabangbungin terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui inovasi BERSIHAN (Bersama Peduli Higiene Sanitasi Lingkungan). Program ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan rumah sakit yang bersih, sehat, aman, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat budaya kebersihan di seluruh lingkungan pelayanan.
Inovasi BERSIHAN lahir sebagai respons atas tingginya risiko penularan infeksi di fasilitas kesehatan serta berbagai masukan masyarakat terkait kebersihan area publik, khususnya toilet dan pengelolaan sampah. Sebagai rumah sakit rujukan di wilayah utara Kabupaten Bekasi dengan jumlah kunjungan pasien yang tinggi, RSUD Cabangbungin memandang perlunya sistem sanitasi yang lebih terpadu dan berkelanjutan.
Penggagas inovasi, Rizal Yanuar, S.Kep., M.Si, menjelaskan bahwa kebersihan rumah sakit merupakan tanggung jawab seluruh unsur di lingkungan rumah sakit, bukan hanya petugas kebersihan.
“Kebersihan lingkungan rumah sakit bukan sekadar tugas penyedia jasa cleaning service, melainkan tanggung jawab moral dan budaya bersama seluruh civitas hospitalia. Melalui inovasi BERSIHAN, kita mentransformasi sistem kerja dan kesadaran bersama demi keselamatan serta kenyamanan pasien,” ujarnya.
Program BERSIHAN dijalankan melalui enam pilar utama, yakni penerapan budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), pengurangan limbah anorganik melalui konsep 3R dan ecobrick, pengolahan limbah organik menggunakan lubang biopori menjadi pupuk kompos, edukasi kebersihan melalui media informasi, peningkatan kompetensi petugas kebersihan sesuai standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), serta penghijauan kawasan rumah sakit melalui penataan taman dan tanaman hidroponik.
Implementasi inovasi tersebut memberikan berbagai manfaat nyata. Selain meningkatkan kebersihan lingkungan rumah sakit, program ini turut mendukung efisiensi biaya pemeliharaan taman melalui pemanfaatan pupuk organik hasil pengolahan limbah. Penerapan standar desinfeksi yang lebih baik juga berkontribusi dalam menekan risiko terjadinya infeksi terkait pelayanan kesehatan (Healthcare-Associated Infections/HAIs).
Keberhasilan inovasi BERSIHAN juga berdampak pada meningkatnya nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) RSUD Cabangbungin hingga menuju kategori “Sangat Baik”. Program ini semakin kuat setelah ditetapkan melalui Keputusan Direktur RSUD Cabangbungin Nomor KS.02.08/054/RSUD-CB/2024, sehingga menjadi bagian dari standar operasional rumah sakit.
Tidak hanya memberikan manfaat bagi RSUD Cabangbungin, inovasi BERSIHAN dinilai berpotensi menjadi model penerapan sanitasi lingkungan bagi fasilitas kesehatan lainnya, seperti Puskesmas maupun Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Kabupaten Bekasi.
Inovasi ini merupakan Karya Inovatif Calon Peserta Anugerah ASN Inovatif Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2026 yang digagas oleh Rizal Yanuar, S.Kep., M.Si., dari RSUD Cabangbungin, Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Melalui BERSIHAN, RSUD Cabangbungin menunjukkan bahwa transformasi pelayanan kesehatan yang bersih, sehat, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat dapat diwujudkan melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen seluruh insan rumah sakit. (MA)



























