Beranda Daerah Di Tengah Ancaman Kekeringan, DPKPP Karawang Optimis Capai Target 1,41 Juta Ton...

Di Tengah Ancaman Kekeringan, DPKPP Karawang Optimis Capai Target 1,41 Juta Ton GKP

KARAWANG, NarasiKita.ID – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Pertanian (DPKPP) menargetkan produksi padi mencapai 1,41 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) hingga akhir 2026.

Target tersebut harus dikejar di tengah musim kemarau yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air di sejumlah kawasan pertanian.

Hingga Agustus 2026, produksi padi Karawang tercatat mencapai 955.951 ton GKP. Dengan demikian, masih terdapat sekitar 454.049 ton GKP yang harus dicapai untuk memenuhi target tahunan.

Kepala Bidang Sarana DPKPP Karawang, Mahmud, mengatakan pihaknya masih optimistis target produksi dapat tercapai meskipun kondisi kemarau menjadi salah satu tantangan bagi sektor pertanian.

“Realisasi total produksi periode Januari sampai Agustus sudah mencapai 955.951 ton. Walaupun musim kemarau, kami optimistis target 1,41 juta ton GKP dapat tercapai,” kata Mahmud pada Selasa (22/9/2026).

Untuk mengejar target tersebut, DPKPP menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya percepatan tanam, penerapan teknologi pertanian modern serta pompanisasi di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.

Berita Lainnya  DPMD Masih Tutup Hasil Pembahasan, Polemik ASN Aktif Terpilih Jadi Anggota BPD Ciptamarga Belum Terjawab

Salah satu program yang mulai diterapkan yakni Pertanian Modern atau Advance Agriculture System dari Kementerian Pertanian melalui metode Tanam Benih Langsung (Tabela) atau tebar padat.

Mahmud menjelaskan, metode Tabela memungkinkan benih langsung ditanam di lahan tanpa melalui proses persemaian. Pada pola konvensional, proses persemaian membutuhkan waktu sekitar 18 hingga 21 hari.

Namun, penerapan metode tebar padat membutuhkan benih lebih banyak. Kebutuhan benih yang pada pola konvensional sekitar 25 kilogram per hektare meningkat menjadi sekitar 70 kilogram per hektare.

Kepadatan tanaman juga membuat pengelolaan lahan harus dilakukan lebih intensif, terutama untuk mengantisipasi pertumbuhan gulma dan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

“Pertanian modern tebar padat butuh 70 kilogram benih per hektare. Karena rapat, potensi gulma dan serangan OPT atau hama penyakit jauh lebih mudah berkembang. Petani harus ekstra rajin menyiangi, memupuk, dan memonitor secara rutin,” ujarnya.

Berita Lainnya  Inspektorat Karawang: 67 Kades Punya Temuan, Petahana Wajib Tuntaskan Sebelum Maju Lagi

Sebagai tahap awal, DPKPP akan melakukan percontohan gerakan tanam serentak menggunakan metode tersebut di lahan seluas tiga hektare di Desa Karangsari, Kecamatan Purwasari.

Selain Tabela, DPKPP juga mendorong Percepatan Tanam (PAT). Melalui program tersebut, petani didorong kembali menanam maksimal 14 hari setelah panen agar lahan tidak terlalu lama berada dalam kondisi tidak produktif.

Pelaksanaan percepatan tanam melibatkan UPTD Pertanian kecamatan, penyuluh pertanian lapangan serta Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI AD.

Di sisi lain, ketersediaan dan distribusi air menjadi tantangan selama musim kemarau. DPKPP menyebut persoalan tersebut memiliki karakteristik berbeda antara wilayah selatan dan utara Karawang.

Di wilayah selatan seperti Pangkalan dan Tegalwaru, sebagian lahan pertanian merupakan sawah tadah hujan sehingga bergantung pada curah hujan. Sementara di wilayah utara seperti Pakisjaya, persoalan lebih banyak berkaitan dengan distribusi air.

Berita Lainnya  Ribuan Warga Antar Sadih Muhammad Farhan, Nomor 3 Jadi Sinyal Kuat di Pilkades Lenggahjaya?

“Kalau di wilayah utara seperti Pakis, airnya sebenarnya ada. Hanya distribusinya yang menjadi persoalan karena sedimentasi, pendangkalan saluran irigasi, serta banyak eceng gondok dan ganggang,” jelas Mahmud.

Untuk mengantisipasi keterbatasan air, DPKPP mendorong penyiagaan dan pendistribusian pompa ke sejumlah titik. Pompa digunakan untuk mengambil air dari sumber terdekat dan mengalirkannya ke petakan sawah yang membutuhkan.

“Kekeringan sebenarnya bisa diantisipasi dengan pompanisasi untuk menyedot air. Beberapa titik pompa sudah didistribusikan ke lapangan untuk menjaga ketercukupan air tanaman,” pungkasnya.

Dengan sisa target sekitar 454 ribu ton GKP, percepatan tanam, penerapan teknologi pertanian dan pompanisasi menjadi sejumlah langkah yang ditempuh DPKPP untuk menjaga produksi padi Karawang hingga akhir tahun. (*)

Bagikan Artikel