SUBANG, NarasiKita.ID – Tridjaya Tani bersama DJI Agriculture menggelar Big Roadshow & Gathering DJI Agras Jawa Barat bertajuk “Riung Mung Pulung” di area persawahan Desa Gunungsari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menjadi ajang pengenalan teknologi drone pertanian sekaligus mempertemukan petani, pelaku usaha, pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga keuangan untuk mendukung modernisasi sektor pertanian.
Kegiatan tersebut dihadiri Komandan Kodim 0605/Subang Letkol Czi. Deny Wih Anggoro, S.H., M.Han., Kapolsek Pagaden AKP Ikin Sodikin, S.H., M.M., anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Subang Hj. Elita Budiati, S.KM., M.Si., serta Kepala Desa Gunungsari Andri Nugraha, S.E.
Turut hadir Owner Tridjaya Group Setiawan Widjaja, Founder GOKAR Syuhada Wisastra yang juga dipercaya sebagai Dewan Pengarah Kantor Cabang Tridjaya Elektronik Karawang, perwakilan Kadin Subang, praktisi HRD H. Budiyanto, perwakilan DPP HIPMI Pusat, kelompok PKK, kelompok tani, Gapoktan, dan lembaga perbankan.
Kegiatan ini juga dimeriahkan komedian Entis Sutisna atau Sule yang hadir sebagai bintang tamu sekaligus brand ambassador Tridjaya Group.
Perkenalkan Teknologi Drone untuk Pertanian
Perwakilan manajemen Tridjaya Group, Ucup Syarif, menjelaskan bahwa Tridjaya Tani berupaya memenuhi kebutuhan petani, termasuk melalui penyediaan peralatan dan teknologi modern yang dapat menunjang kegiatan pertanian.
Dalam acara tersebut, peserta menyaksikan demonstrasi penggunaan drone DJI Agras secara langsung di area persawahan.
Owner Tridjaya Group, Setiawan Widjaja, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkenalkan inovasi pertanian sekaligus memperluas akses petani terhadap teknologi yang berkembang.
Menurutnya, modernisasi pertanian membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari penyedia teknologi hingga lembaga pembiayaan, agar pemanfaatannya dapat menjangkau lebih banyak petani.
“Kami ingin Tridjaya Tani menjadi mitra bagi para petani. Melalui demonstrasi langsung ini, kami ingin menunjukkan bagaimana teknologi drone dapat membantu pekerjaan di sawah. Harapannya, petani lebih mudah mengakses teknologi, bekerja lebih efisien, dan meningkatkan produktivitas,” ujar Setiawan, yang akrab disapa Ko Iwan.
Ia menjelaskan, drone pertanian dapat dimanfaatkan untuk penyemprotan tanaman dan penyebaran pupuk sesuai spesifikasi perangkat, kondisi lahan, serta kebutuhan operasional.
Tridjaya Group juga menjajaki dukungan pembiayaan melalui sejumlah mitra perbankan sebagai alternatif bagi petani yang ingin mengadopsi teknologi tersebut.
Dandim Subang Tekankan Pentingnya Dukungan bagi Petani
Komandan Kodim 0605/Subang Letkol Czi. Deny Wih Anggoro mengapresiasi kegiatan yang mempertemukan petani dengan penyedia teknologi pertanian modern.
Dalam sambutannya mewakili unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Subang, ia menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
“Dari sawah inilah salah satu sumber kehidupan kita berasal. Setiap hari kita makan nasi, dan di balik itu ada kerja keras para petani. Karena itu, petani harus mendapatkan perhatian dan dukungan agar mampu terus menghasilkan pangan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Deny, teknologi drone dapat menjadi salah satu alternatif untuk membantu pekerjaan petani, terutama dalam menghadapi keterbatasan tenaga kerja dan kebutuhan efisiensi waktu.
Namun, ia menekankan bahwa penerapan teknologi harus disesuaikan dengan kebutuhan dan mampu memberikan manfaat nyata bagi petani.
Ia berharap sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, aparat keamanan, perbankan, dan kelompok tani dapat terus diperkuat untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan masyarakat.
BCTECH Paparkan Perkembangan Drone DJI Agras
Dalam sesi pemaparan teknologi, Hanip dari PT Bina Cipta Teknologi (BCTECH) menjelaskan perkembangan drone pertanian DJI Agras, mulai dari perangkat berkapasitas sekitar 10 liter hingga model dengan kapasitas tangki mencapai 100 liter.
Teknologi tersebut dapat digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan operasional pertanian, termasuk penyemprotan tanaman dan penyebaran material sesuai spesifikasi perangkat.
Meski menawarkan potensi efisiensi, penggunaan drone tetap membutuhkan operator terlatih, pengaturan dosis yang tepat, pemeliharaan perangkat, serta penerapan prosedur keselamatan agar operasional berjalan sesuai kebutuhan.
BRI Kenalkan Alternatif Pembiayaan
Perwakilan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Subang turut memperkenalkan layanan keuangan yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha dan sektor pertanian.
Salah satu pembahasan ialah alternatif pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) sesuai persyaratan yang berlaku. Kehadiran perbankan diharapkan membuka ruang konsultasi bagi petani dan kelompok tani yang ingin mengembangkan usaha melalui pemanfaatan teknologi.
Adapun persyaratan, besaran angsuran, suku bunga, uang muka, dan persetujuan kredit tetap mengikuti ketentuan resmi lembaga pembiayaan serta hasil penilaian terhadap masing-masing calon debitur.
Desa Gunungsari Berharap Teknologi Bantu Petani
Kepala Desa Gunungsari, Andri Nugraha, S.E., mengatakan pengenalan teknologi pertanian modern diharapkan dapat menjadi alternatif untuk membantu petani di wilayahnya.
Desa Gunungsari disebut memiliki sekitar 5.000 penduduk dengan luas lahan pertanian mencapai 209 hektare. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk mendorong efisiensi pengelolaan lahan, khususnya ketika petani menghadapi keterbatasan tenaga kerja.
Selain membantu pekerjaan pertanian, pemanfaatan drone sebagai jasa penyemprotan juga berpotensi membuka peluang usaha baru bagi operator yang memiliki keterampilan dan memenuhi ketentuan operasional.
Ia berharap petani dapat mengenal teknologi tersebut dan mempertimbangkan penerapannya sesuai kebutuhan serta kemampuan masing-masing kelompok tani.
Sule Ajak Petani Terbuka terhadap Inovasi
Kehadiran Sule menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan tersebut. Komedian itu memperkenalkan drone pertanian sebagai teknologi yang berpotensi membantu pekerjaan penyemprotan di sawah.
Ia juga menyoroti peluang usaha dari layanan drone pertanian. Menurutnya, perangkat tersebut tidak hanya dapat digunakan untuk mengelola lahan sendiri, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pendapatan melalui jasa penyemprotan bagi petani lain.
“Kalau tidak ada petani, kita semua tidak akan bisa makan. Petani itu hebat karena dari kerja keras mereka, kita bisa menikmati nasi setiap hari. Jadi, petani harus bangga dengan pekerjaannya. Jangan takut mengenal teknologi baru, karena teknologi bisa menjadi alat untuk membantu pekerjaan kita,” pesan Sule.
Ia berharap inovasi teknologi dapat memberikan manfaat bagi petani sekaligus mendorong generasi muda agar semakin tertarik mengembangkan sektor pertanian.
Dorong Modernisasi dan Swasembada Pangan
Kegiatan “Riung Mung Pulung” menjadi ruang pertemuan bagi pelaku usaha, petani, pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga keuangan untuk memperkenalkan pemanfaatan drone dalam kegiatan pertanian.
Modernisasi sektor pertanian tidak hanya bergantung pada ketersediaan alat, tetapi juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, pelatihan operator, akses pembiayaan yang sesuai kemampuan, serta pendampingan dalam penerapan teknologi.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, teknologi drone diharapkan dapat membantu mengatasi keterbatasan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung produktivitas lahan pertanian.
Upaya tersebut diharapkan menjadi bagian dari dukungan terhadap swasembada pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Subang dan Jawa Barat. (*)


























