Beranda Daerah Karrasi19 Asal Karawang Tembus Pasar Nigeria, Inovasi Limbah Industri Dilirik Menteri Ekonomi...

Karrasi19 Asal Karawang Tembus Pasar Nigeria, Inovasi Limbah Industri Dilirik Menteri Ekonomi Kreatif

JAKARTA, NarasiKita.ID – Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Kabupaten Karawang memperkenalkan inovasi pengolahan limbah industri menjadi produk bernilai ekonomi dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Indonesia Creative Connect (ICC) 2026. Produk bernama Karrasi19 tersebut telah memiliki 31 stock keeping unit (SKU) hasil kurasi dan berhasil melakukan ekspor perdana ke Nigeria.

Capaian ini menjadi salah satu upaya pelaku ekonomi kreatif Karawang memperluas pasar produk lokal sekaligus mengembangkan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah industri.

Pendiri sekaligus Wakil Ketua Forum Ekraf Karawang, Luthfi Ansori, mengatakan partisipasi Karawang dalam agenda nasional tersebut merupakan bagian dari komitmen memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah melalui inovasi, kolaborasi, dan pengembangan produk berdaya saing global.

“Karawang menghadirkan produk unggulan dalam display ICCN Jawa Barat yang mengacu pada isu dunia, sejalan dengan semangat green economy atau ekonomi hijau,” ujar Luthfi.

Karrasi19 Dilirik Kemenekraf, Sampel Produk Menjangkau Empat Negara

Karrasi19 merupakan inovasi asal Karawang yang dikembangkan sejak 29 Juni 2020 dengan mengolah limbah industri menjadi produk bernilai tambah. Inisiatif ini mengusung pendekatan ekonomi sirkular, yakni memanfaatkan kembali material yang berpotensi menjadi limbah untuk menciptakan nilai ekonomi baru.

Berita Lainnya  Kuasa Hukum Kades Kutaampel Bantah Dugaan Penyimpangan APBDes, Minta Tuduhan Dibuktikan

Produk tersebut menarik perhatian Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat mengunjungi area pameran bersama Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki C. Satari.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyampaikan komitmen untuk memberikan rekomendasi guna mempermudah akses bahan baku limbah industri bagi para perajin.

Ketua Forum Ekraf Karawang, Asep R. Sundapura, yang mendampingi inovator Karrasi19, Supriadi, mengungkapkan bahwa produk tersebut telah memiliki 31 SKU yang lolos kurasi dan berhasil menembus pasar Nigeria melalui ekspor perdana.

“Ini menjadi momentum penting bagi produk lokal Karawang untuk melangkah ke pasar global,” ungkap Asep.

Selain Nigeria, sampel produk Karrasi19 juga telah dikirim ke Kazakhstan, Irlandia, Belanda, dan Jerman melalui jejaring agregator. Pengiriman sampel tersebut membuka peluang perluasan pasar, meskipun realisasi transaksi di negara-negara tersebut masih perlu ditindaklanjuti.

Berita Lainnya  Kantor ATR/BPN Karawang Terbakar, Ketua Lidik Karawang Desak Polisi Usut Tuntas Penyebab Kebakaran

Kolaborasi ICCN dan ITB Disiapkan untuk Perkuat Produk

Pengembangan Karrasi19 selanjutnya diarahkan pada penguatan inovasi, desain, riset material, dan pemetaan kebutuhan pasar.

Koordinator Daerah ICCN Jawa Barat, Vicki Kresna, bersama Executive Committee ICCN, Dwinita Larasati, mendorong pengembangan produk agar semakin adaptif terhadap kebutuhan konsumen dan tren desain global.

Sebagai tindak lanjut, Institut Teknologi Bandung (ITB) dijadwalkan mengunjungi workshop Karrasi19 dalam waktu dekat. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang riset material, penyempurnaan desain, peningkatan kualitas produk, serta penguatan daya saing inovasi berbasis ekonomi sirkular.

Sinergi antara komunitas kreatif, perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha dinilai penting agar inovasi lokal tidak berhenti pada penciptaan produk, tetapi dapat berkembang menjadi usaha berkelanjutan dengan jangkauan pasar yang lebih luas.

Karawang Perkuat Jejaring Ekonomi Kreatif Nasional

Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki C. Satari, menyampaikan bahwa jejaring ICCN telah menjangkau 277 kabupaten dan kota di Indonesia.

Berita Lainnya  Pendapatan Daerah Karawang Capai Rp3,83 Triliun, Belanja Baru Terserap 58 Persen

Indonesia Creative Connect 2026 menjadi momentum konsolidasi organisasi, evaluasi program, serta penguatan kolaborasi ekonomi kreatif antardaerah. Kegiatan tersebut diikuti 38 koordinator daerah yang mewakili provinsi.

Bagi Forum Ekraf Karawang, keikutsertaan dalam forum nasional ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus memperluas jejaring kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif.

Pengembangan Karrasi19 memperlihatkan potensi pemanfaatan limbah industri sebagai sumber inovasi dan peluang usaha. Namun, keberlanjutan pengembangannya juga membutuhkan kepastian akses bahan baku, konsistensi kualitas produk, penguatan kapasitas produksi, dan perluasan pasar yang berkelanjutan.

Dukungan Kemenekraf, ICCN Jawa Barat, ITB, serta jejaring agregator diharapkan dapat memperkuat langkah tersebut sehingga semakin banyak produk kreatif Karawang mampu berkembang dan bersaing di pasar internasional.

Bagi Karawang, tantangan berikutnya bukan hanya memperkenalkan produk ke pasar global, melainkan memastikan inovasi berbasis potensi lokal mampu tumbuh menjadi usaha yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi dan manfaat lingkungan. (*)

Bagikan Artikel