Beranda blog Halaman 111

Banyak BUMDes di Karawang Mati Suri, DPMD Fokus Monev Administratif

KARAWANG, NarasiKita.ID – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Karawang, Muhamad Syaefulloh, enggan memberikan jawaban langsung saat ditanya mengenai hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Saat ditemui di ruang kerjanya, Syaefulloh justru mengarahkan pertemuan menjadi diskusi terbuka dan melemparkan sejumlah pertanyaan kepada awak media pada Senin (28/04/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Syaefulloh menjelaskan bahwa Monev yang dilakukan DPMD lebih difokuskan pada aspek administrasi desa, seperti verifikasi Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dan kelengkapan dokumen lainnya.

“Karena Monev yang dilakukan DPMD itu fokusnya pada administrasi desa, seperti pengecekan SPJ dan sebagainya. Benar, kan?” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peran BUMDes setara dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagaimana diatur dalam peraturan menteri. Oleh karena itu, pengawasan dilakukan pada aspek administratif, bukan langsung pada operasional usaha.

“Peran BUMDes itu sesuai Permen, sama dengan BUMD. Jadi, jelas bahwa ketika ada anggaran yang digelontorkan, itu dimusyawarahkan melalui musyawarah desa. Di situ ada kepala desa sebagai pemerintah, dan ada juga BPD yang menjalankan fungsi pengawasan. Ketika kami Monev, yang kami lihat adalah administrasinya,” jelasnya.

Syaefulloh menambahkan, Monev dilaksanakan minimal satu kali dalam setahun dengan pendekatan audit administratif, mirip dengan audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Saya ini mantan LO BPK. Jadi tahu, BPK pun tidak serta-merta langsung turun ke lapangan. Mereka membaca dulu laporan administrasi, baru bila ada ketidaksesuaian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa Kabid Peningkatan Kerjasama Desa DPMD, Didin Saepudin, yang merupakan mantan pejabat Inspektorat, aktif melakukan pengecekan ke sejumlah desa seperti Tambaksari dan Dukuhkarya, apabila ditemukan kejanggalan dalam laporan.

“Kalau dipertanyakan hasil Monev-nya, ya kami fokus melihat aliran angkanya. Kalau ada satu desa yang menunjukkan kejanggalan, baru kami cek lebih mendalam,” tambahnya.

Lebih lanjut, Syaefulloh mengungkapkan bahwa dari 297 desa di Kabupaten Karawang, masih banyak BUMDes yang tidak aktif alias “mati suri”. Hal ini menurutnya sudah menjadi rahasia umum.

“Saya tanya lagi, dari 297 desa yang ada di Karawang, berapa sih yang sehat dan berapa yang mati suri? Kan bukan lagi rahasia umum kalau banyak BUMDes itu mati suri. Kemudian anggarannya dipertanyakan ke mana,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan pembinaan desa, ketimbang membentuk lembaga baru seperti koperasi desa.

“BUMDes saja belum maksimal, sekarang harus buat apa lagi, koperasi desa? Kita diskusi saja, ya, Kang.”

Menutup pembicaraan, Syaefulloh mengungkap bahwa pengawasan penggunaan dana desa kini melibatkan lebih banyak pihak, termasuk KPK. Ia mengaku telah mendapat informasi dari Irjen Kemendes terkait beberapa desa yang tengah menjadi perhatian lembaga antirasuah tersebut.

“Sesuai Inpres, yang mengawasi penggunaan dana desa sekarang bukan hanya kami. KPK juga turun. Kemarin teman saya di Irjen Kemendes menelepon, ada tembusan dari KPK untuk desa-desa tertentu. Tapi saya tidak akan ungkapkan karena itu ranah mereka,” pungkasnya. (Yusup)

Pemkab Karawang Gelar Musrenbang untuk Penyusunan RPJMD 2025–2029 dan RKPD 2025

KARAWANG, NarasiKita.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Karawang 2025–2029 serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 28 April 2025, bertempat di Aula Husni Hamid, Pemkab Karawang.

Acara Musrenbang dibuka secara resmi oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, yang turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Asep Aang Rahmatullah dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Ridwan Salam. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua DPRD Karawang Endang Sodikin, serta dua anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Taufik Pipik Ismail dan Dea Eka Rezaldi.

Dalam sambutannya, Bupati Aep menyampaikan bahwa penyusunan RPJMD Karawang 2025–2029 harus selaras dengan arah kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) menuju Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan bahwa dokumen RPJMD ini akan menitikberatkan pada peningkatan daya saing, produktivitas, dan kualitas hidup masyarakat.

“Penysusunan dokumen ini membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh unsur masyarakat. Masukan dan saran sangat penting agar dokumen RPJMD mampu mengakomodasi serta menjawab berbagai tantangan dan permasalahan daerah, sekaligus mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki Karawang,” ujar Bupati Aep.

Berdasarkan hasil identifikasi isu-isu strategis, Bupati mengungkapkan bahwa visi pembangunan Karawang untuk periode 2025–2029 adalah:

“Menuju Karawang Maju, Berdaya Saing Tinggi, dan Berkelanjutan.”

Visi tersebut dijabarkan ke dalam:

  • 5 misi pembangunan,
  • 7 tujuan pembangunan,
  • 13 sasaran pembangunan, dan
  • 25 program prioritas.

“Mari kita jadikan forum Musrenbang ini sebagai tonggak kebangkitan Karawang. Dengan semangat gotong royong, inovasi, dan kerja keras, saya yakin kita mampu mewujudkan Karawang yang lebih maju dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Yusup)

STEI BCM Gelar Wisuda ke-4, Luluskan 43 Sarjana Ekonomi dan Akuntansi Syariah

KARAWANG, NarasiKita.ID – Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Bina Cipta Madani (BCM) meluluskan 43 mahasiswa dari dua program studi jenjang Strata-1, yakni Ekonomi Syariah dan Akuntansi Syariah. Wisuda ke-4 Program Sarjana ini digelar pada Minggu (27/04/2025) di Hotel Mercure, Karawang.

Dalam sambutannya, Ketua Pembina Yayasan Surya Cipta Daya Dahana, H. Momon S Padja, S.Sos., M.BA., yang diwakili oleh Dr. Yucki Prihadi, S.Si., M.Kom., Ph.D., menyampaikan apresiasi dan harapannya kepada para wisudawan. Ia berpesan agar para lulusan menjadi pribadi kompeten yang mampu bersaing di dunia kerja, dengan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama masa perkuliahan.

Ketua STEI BCM, Tito Meitawati, SE., MM., dalam pidatonya mengatakan bahwa sebagian besar lulusan sudah bekerja atau berwirausaha. Ia berharap para alumni tidak hanya menjadi kaum intelektual, tetapi juga pejuang bangsa yang berkontribusi nyata untuk kemajuan Indonesia, serta senantiasa berbakti kepada orang tua sesuai nilai-nilai Islam.

“Jika kelak menjadi pejabat, jadilah pejabat yang amanah, turut serta dalam pemberantasan korupsi, dan bekerja dengan lebih baik untuk membanggakan almamater,” ujarnya.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE., yang hadir didampingi Sekda Karawang, H. Asep Aang Rahmatulloh, S.STP., MP., turut mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan. Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Daerah dalam memajukan dunia pendidikan melalui program “Karawang Pintar”, meskipun di tengah tantangan efisiensi anggaran.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, orasi ilmiah disampaikan oleh Dr. Hadi S. Cokrodimejo. Dalam orasi berjudul “Membangun Ekonomi Berkelanjutan di Abad 21: Peluang dan Tantangan”, Dr. Hadi menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan, industri, dan pemerintah untuk menciptakan ekonomi yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Ia juga berpesan kepada para wisudawan agar tetap adaptif di tengah ketidakpastian (uncertainty), serta terus mengikuti perkembangan teknologi dan informasi, meskipun berlatar belakang sarjana Ekonomi Islam.

Dalam prosesi wisuda ini, empat lulusan terbaik turut diumumkan, yakni:

• Dwi Evitari, SE

• Ledi Litnasari, SE

• Meri Nodayanti, SE

• Eka Purnama, SE

Perwakilan lulusan terbaik dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada orang tua, dosen, dan seluruh civitas akademika BCM atas bimbingan dan ilmu yang telah diberikan.

“Semoga kami dapat mengamalkan ilmu yang telah kami peroleh selama perkuliahan untuk memberikan kontribusi nyata di masyarakat,” ujar perwakilan lulusan. (Yusup)

Indikasi Kebocoran Anggaran BUMDes di Karawang, Pemuda Desak Audit Total

KARAWANG, NarasiKita.ID — Diduga adanya indikasi kebocoran anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di beberapa desa di Kabupaten Karawang sehingga menimbulkan pertanyaan serius mengenai hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

Teguh Nurdiansyah salah seorang pemuda di Kabupaten Karawang, menilai bahwa dana yang sudah digelontorkan untuk pengembangan BUMDes tidak menghasilkan dampak nyata.

“Dana sudah digelontorkan, namun wujudnya nihil. Tidak ada usaha yang berjalan, tidak ada dampak ekonomi yang dirasakan oleh warga. Ini bukan sekadar kelalaian administratif, ini bisa jadi indikasi potensi korupsi,” ujar Teguh, Senin (28/04/2025).

Berdasarkan informasi yang diterima olehnya, beberapa desa yang mendapat alokasi dana pengembangan BUMDes sejak tahun 2022 hingga 2024 telah menyerap dana hingga ratusan juta rupiah. Namun, sebagian besar proyek tersebut hanya berupa laporan administratif tanpa adanya aktivitas riil di lapangan.

Teguh juga menyebut adanya potensi dugaan mark-up belanja operasional, fiktifnya unit usaha, dan indikasi bahwa dana BUMDes mengalir ke oknum perangkat desa. Ia menilai bahwa DPMD dan Pemerintah Daerah Karawang jangan hanya menjalankan Monev sebagai formalitas tanpa menindaklanjuti adanya temuan-temuan di lapangan.

“Jika semua hanya berhenti di rapat dan laporan di atas meja, lalu untuk apa ada Monev? Ini saatnya Bupati Karawang bertindak. Tidak cukup hanya dengan imbauan moral,” tegas Teguh.

Teguh juga mendesak Pemerintah Kabupaten Karawang untuk segera melakukan audit secara menyeluruh terhadap seluruh BUMDes di Kabupaten Karawang, mempublikasikan hasil audit secara terbuka kepada masyarakat, dan menindak tegas oknum pengelola BUMDes yang terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang serta tindak pidana korupsi.

“Desa adalah fondasi negara. Bila BUMDes dibiarkan menjadi ladang bancakan, maka cita-cita membangun ekonomi desa akan hancur sebelum bertumbuh,” ungkapnya.

Selain itu, ia menyoroti alokasi dana yang kembali diberikan kepada BUMDes pada tahun ini, yaitu 20 persen dari Dana Desa untuk mendukung program ketahanan pangan di setiap desa. Hal ini semakin menuntut adanya pengawasan yang ketat dari aparat penegak hukum.

Lebih lanjut, Teguh juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam serah terima aset BUMDes, terutama saat terjadi pergantian pengurus. Menurutnya, setiap alokasi dana untuk pembelian barang seperti mesin jahit atau aset lainnya harus jelas serah terimanya dan dipastikan bahwa aset tersebut tetap utuh secara fisik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DPMD Karawang belum memberikan keterangan resmi terkait desakan audit total yang diungkapkan oleh Teguh Nurdiansyah salah seorang Pemuda di Kabupaten Karawang. (Yusup)

Ketua DPRD Karawang Optimistis Pembangunan Rampung pada 2026

KARAWANG, NarasiKita.ID – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, menyatakan optimisme bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang mampu menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah (PR) pembangunan yang belum selesai hingga tahun 2026 mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Endang dalam sambutannya pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Karawang, Senin (28/04/2025). Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), dunia industri, hingga masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan.

“Musrenbang ini adalah bagian dari mekanisme pembangunan nasional yang dimulai dari dusun, desa, kecamatan, hingga ke tingkat kabupaten, provinsi, dan nasional. Ini menjadi kesempatan kita untuk menyusun arah kebijakan pembangunan yang lebih baik,” ujarnya.

Endang juga menyoroti beberapa sektor prioritas yang perlu mendapat perhatian serius, di antaranya pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan pertanian.

Di sektor pendidikan, ia menekankan pentingnya pembangunan unit sekolah baru di kawasan perumahan. Menurutnya, pertumbuhan penduduk akibat pembangunan perumahan harus diimbangi dengan fasilitas pendidikan yang memadai.

“Pertumbuhan perumahan harus diimbangi dengan pembangunan sekolah dasar, SMP, hingga SMA/SMK agar pelayanan pendidikan tetap optimal,” tegasnya.

Untuk sektor kesehatan, Endang mengapresiasi langkah Pemkab Karawang yang telah merevitalisasi puskesmas di lebih dari 30 kecamatan. Ia mendorong pembangunan rumah sakit milik pemerintah daerah di setiap daerah pemilihan (dapil), agar pelayanan kesehatan semakin merata dan mudah diakses masyarakat.

“Karawang ke depan harus punya lebih banyak rumah sakit daerah di setiap dapil,” ujarnya.

Terkait ketenagakerjaan, Endang menyampaikan kabar baik mengenai penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Karawang, yang kini berada di angka 8,4 persen. Ia menilai capaian ini sebagai hasil dari sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah.

“Untuk memperkuat keberhasilan ini, kami telah menginisiasi peraturan daerah tentang pembangunan kawasan industri berbasis kepentingan daerah, agar tenaga kerja lokal benar-benar mendapat prioritas,” jelasnya.

Sementara itu, sektor pertanian juga menjadi perhatian besar. Endang mendorong semua pihak, termasuk Dinas Pertanian dan para penyuluh, untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendorong terwujudnya ketahanan serta swasembada pangan di Karawang.

“Kami harapkan ada dukungan konkret untuk membangun ketahanan pangan dan mengembangkan hilirisasi pertanian di Karawang,” pungkasnya. (Yusup)

Menteri Desa PDT Luncurkan Musdesus Pembentukan Koperasi Merah Putih se-Jawa Barat

BANDUNG, NarasiKita.ID – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, secara resmi meluncurkan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih se-Jawa Barat. Peluncuran ini berlangsung di Bale Asri Pusdai, Kota Bandung, Senin (28/04/2025).

Pelaksanaan Musdesus ini merupakan langkah awal pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai instrumen percepatan pembangunan desa, sesuai mandat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025. Mendes Yandri mendorong seluruh desa di Jawa Barat agar segera menyelenggarakan Musdesus demi percepatan pendirian koperasi tersebut.

“Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa dengan unit-unit usaha strategis seperti pengadaan sembako, simpan pinjam, klinik dan apotek desa, cold storage, hingga pergudangan pangan dan logistik,” ujar Yandri dalam sambutannya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program ini, Kementerian Desa PDT membantu pengadaan lahan minimal 20×20 meter persegi untuk mendirikan Koperasi Merah Putih di setiap desa.

Musdesus akan membahas aspek kelembagaan, struktur organisasi, keanggotaan, permodalan, serta kegiatan utama koperasi. Kegiatan ini melibatkan Kepala Desa dan perangkatnya, BPD, kelompok masyarakat, serta didampingi oleh Tenaga Pendamping Profesional, Pendamping Keluarga Harapan, penyuluh pertanian, OPD teknis, dan unsur pendamping lainnya.

Menteri Yandri juga menegaskan bahwa keberadaan Koperasi Merah Putih tidak akan menggantikan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), melainkan memperkuatnya. Pemerintah tengah menyiapkan petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) untuk mengatur hubungan kelembagaan antara BUMDes dan Koperasi Merah Putih.

“Koperasi Merah Putih dapat menjadi bagian dari unit usaha BUMDes, atau sebaliknya. Sinergi ini penting untuk mewujudkan kemandirian ekonomi desa,” tambah Yandri.

Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 merupakan kebijakan strategis nasional yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto, dengan target pembentukan 80.000 Koperasi Merah Putih di seluruh Indonesia.

Acara peluncuran ini diinisiasi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan turut dihadiri oleh Menteri Saifullah Yusuf, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana Nasional, Wihaji. (*)

Hak Akses Informasi Diduga Dilanggar, Ketua PPI Desak Penegakan Hukum di Dairi

NarasiKita.ID – Hak masyarakat untuk memperoleh informasi dijamin oleh UUD 1945 dan berbagai regulasi lainnya. Namun, di Kabupaten Dairi, hak tersebut diduga dilanggar oleh oknum di Sekretariat DPRD, hingga media Revolusinews melaporkan kasus ini ke Polres Dairi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pemuda Pakpak Indonesia (PPI), Alam Suin Berutu, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa kasus ini harus menjadi momentum penting untuk membela dan mencerdaskan masyarakat, khususnya terkait hak atas informasi publik.

“Langkah yang diambil media Revolusinews adalah bentuk perjuangan nyata demi tegaknya keadilan informasi. Ini bukan hanya soal satu media, tapi soal seluruh rakyat yang haknya diinjak-injak oleh pejabat yang seharusnya melayani, bukan menindas!” tegas Alam Suin Berutu, Minggu (27/04/2025).

Alam Suin juga menyoroti besarnya pengorbanan yang dilakukan redaksi Revolusinews—dari waktu, tenaga, hingga biaya. Ia pun menyerukan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, terutama kepada aparat penegak hukum.

“Polres Dairi tidak boleh bermain aman. Jangan hanya tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas,” serunya.

Dalam pernyataannya, Alam Suin mengingatkan tentang Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, khususnya Pasal 18 Ayat (1) yang berbunyi:

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama dua (2) tahun.”

“Kan sudah jelas, jadi tetapkan tersangka sekarang juga! Hukum harus ditegakkan, siapa pun pelakunya!” tegasnya.

Alam Suin Berutu menekankan pentingnya penindakan tegas untuk memberikan efek jera, agar ke depan tidak ada lagi oknum badan publik yang berani menghalangi hak rakyat atas informasi.

“Cukup sudah! Jangan biarkan rakyat terus dipermainkan!” pungkasnya. (ist)

FAIS Karawang Gelar Aksi Solidaritas untuk Palestina dan Sosialisasi Boikot Produk Pro-Israel

KARAWANG, NarasiKita.ID – Forum Aktivis Islam (FAIS) Karawang menggelar aksi solidaritas untuk Palestina yang berlangsung meriah di kawasan Galuh Mas Karawang, Minggu (27/04/2025).

Selain menggelar orasi, aksi ini juga diwarnai dengan sosialisasi boikot terhadap produk-produk yang dianggap mendukung Israel, seperti Starbucks dan McDonald’s.

Koordinator FAIS, Ustadz Sunarto, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memberikan dukungan moral bagi rakyat Palestina.

“Alhamdulillah, aksi Bela Palestina hari ini berjalan meriah. Kami berinisiatif mengadakan sosialisasi boikot terhadap produk-produk yang mendukung Israel, seperti Starbucks dan McDonald’s,” ujar Sunarto.

Sosialisasi dilakukan di area luar gerai Starbucks dan McDonald’s setelah FAIS terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak pengelola kawasan.

“Kami sudah berkoordinasi. Sosialisasi di dalam area tidak diperkenankan, namun di area luar diperbolehkan. Maka kegiatan kami fokuskan di luar,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, aktivis FAIS berdialog secara humanis dengan pengelola toko, petugas keamanan, hingga anggota TNI yang tengah berjaga. Diskusi berlangsung penuh saling pengertian dan menghormati.

“Tujuan kami murni untuk edukasi, dan Alhamdulillah semua pihak memahami maksud kami,” tambah Sunarto.

Ia berharap, aksi ini bisa menjadi inspirasi bagi umat Islam di tempat lain untuk turut menunjukkan solidaritas terhadap Palestina melalui aksi boikot.

“Semoga umat Islam di seluruh Indonesia tergerak untuk mendukung perjuangan Palestina. Mari kita tunjukkan solidaritas kita. Allahu Akbar!” pungkasnya. (Yusup)

Guru Honorer di Karawang Menjerit, Hingga Akhir April 2025 TPG Belum Cair

KARAWANG, NarasiKita.ID — Sejumlah guru honorer di Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, mengeluhkan keterlambatan pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) triwulan pertama tahun 2025. Hingga mendekati akhir April, tunjangan yang menjadi salah satu sumber utama pendapatan mereka belum juga diterima.

“Biasanya TPG cair setiap triwulan. Tapi sampai sekarang, sudah hampir akhir April, kami belum menerima. Padahal kebutuhan hidup terus berjalan,” ujar seorang guru honorer yang enggan disebutkan namanya saat diwawancarai, Jumat (25/04/2025).

Para guru menyebutkan bahwa keterlambatan ini berdampak besar terhadap pemenuhan kebutuhan sehari-hari mereka.

Mengenai hal itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Tirtajaya, Wahidin, saat dikonfirmasi NarasiKita.ID, mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu informasi resmi terkait pencairan tunjangan tersebut.

“Waalaikumsalam… mohon ditunggu infonya, saya masih menunggu info,” ujarnya singkat.

Wahidin juga membagikan laporan sementara mengenai progres pencairan TPG di wilayah Kecamatan Tirtajaya, yaitu:

• PNS: 100% telah cair

• P3K: 98% telah cair

• Piloting 1: 90% (sebagian P3K sudah cair, Non-ASN/Honorer menunggu SK Bupati)

• Piloting 2: 40% (sebagian P3K sudah cair, Non-ASN/Honorer menunggu SK Bupati)

• Piloting 3: 30% (sebagian P3K sudah cair, Non-ASN/Honorer menunggu SK Bupati)

Terkait upaya yang dilakukan, Wahidin menyebutkan bahwa tim dari PGRI Kecamatan Tirtajaya terus berusaha membantu mempercepat proses pencairan.

“Itu tim saya dari PGRI yang terus membantu agar secepatnya bisa cair,” kata Wahidin.

Namun demikian, Wahidin meminta maaf karena belum bisa memberikan keterangan lebih rinci.

“Maaf, sementara itu yang bisa saya sampaikan, saya lagi dalam perjalanan,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi baik dari Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan (Korwilcambidik) Kecamatan Tirtajaya maupun Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang terkait keterlambatan pencairan TPG tersebut.

Sementara itu, di tingkat nasional, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dalam rapat kerja bersama Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Jakarta pada 3 April 2025, menyatakan bahwa pemerintah tengah menyusun mekanisme baru untuk pembayaran TPG.

“Kami sedang dalam proses agar tunjangan guru dapat dibayarkan langsung melalui rekening para guru. Sudah ada pembahasan dengan Menteri Keuangan dan sudah disetujui, kini tinggal tahap verifikasi data,” ujar Abdul Mu’ti.

Sebagai tambahan, pemerintah juga tengah menyiapkan skema bantuan langsung bagi guru honorer yang belum mendapatkan tunjangan sertifikasi, dengan besaran antara Rp300.000 hingga Rp500.000 per bulan. Verifikasi dan validasi data untuk bantuan ini dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) sejak 6 Februari 2025.

Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses pembayaran, mengurangi hambatan birokrasi, serta meningkatkan kesejahteraan para tenaga pendidik di seluruh Indonesia. (Yusup)

Peringatan HKB 2025, BPBD Karawang Gelar Simulasi Evakuasi Bencana Gempa Bumi

KARAWANG, NarasiKita.ID – Pemerintah Kabupaten Karawang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengikuti puncak peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKB) 2025 yang dipusatkan di Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini diikuti secara daring oleh seluruh kabupaten/kota di Indonesia, sementara di Karawang dilaksanakan di SMA Negeri 5 Karawang, Sabtu (26/04/2025).

Mengusung tema “Siap Untuk Selamat”, peringatan HKB 2025 bertujuan untuk menumbuhkan semangat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana sejak dini.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa Indonesia, selain kaya akan sumber daya alam, juga memiliki tingkat risiko bencana yang tinggi.

“Indonesia di satu sisi memiliki sumber daya melimpah, tetapi di sisi lain menghadapi berbagai jenis bencana. Bahkan, Indonesia termasuk salah satu dari 35 negara dengan risiko bencana tertinggi di dunia,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana.

“Bencana adalah urusan bersama. Tidak ada satu institusi pun yang mampu menanganinya sendiri. BNPB tidak akan berarti tanpa dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Karawang, Mahpudin, menyampaikan bahwa peringatan HKB ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta kesadaran akan potensi bencana di lingkungan sekitar.

“Oleh karena itu, kegiatan HKB dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Karawang. Harapannya, kesiapsiagaan ini dapat diterapkan sejak dini, dimulai dari lingkup kecil seperti keluarga,” ujarnya.

Mahpudin juga menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah mendukung kelancaran kegiatan, serta berharap momentum ini menjadi langkah awal menumbuhkan budaya sadar bencana di kalangan generasi muda. (Yusup)

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
Google search engine

Berita Terbaru

Nasional

Investigasi

Pemerintahan

Kriminal

Karawang Tuan Rumah Gerdal Hama Padi Nasional, Kepala Dinas PKPP Tegaskan:...

0
KARAWANG, NarasiKita.ID – Kabupaten Karawang menjadi tuan rumah pelaksanaan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Penggerek Batang Padi (PBP) serentak yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian, Selasa (21/4/2026). Kegiatan...

Budaya

Karawang Tuan Rumah Gerdal Hama Padi Nasional, Kepala Dinas PKPP Tegaskan:...

0
KARAWANG, NarasiKita.ID – Kabupaten Karawang menjadi tuan rumah pelaksanaan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Penggerek Batang Padi (PBP) serentak yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian, Selasa (21/4/2026). Kegiatan...