KARAWANG, NarasiKita.ID – Forum Pemuda Jayakerta Bersatu (FPJB) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di SMKN 1 Jayakerta yang mengusung tema Panca Waluya. Tema tersebut dinilai menjadi langkah positif dalam menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, kepedulian, dan semangat belajar kepada peserta didik baru.
Ketua FPJB, Fuad Hasan, mengatakan bahwa MPLS bukan sekadar agenda rutin setiap awal tahun ajaran, melainkan momentum penting untuk membentuk cara berpikir, sikap, dan karakter peserta didik sebagai generasi penerus bangsa.
“Kesan pertama anak terhadap sekolah akan membentuk semangat belajarnya ke depan. Karena itu, MPLS harus menjadi ruang yang menyenangkan, mendidik, dan penuh penghormatan terhadap martabat setiap peserta didik,” ujar Fuad Hasan, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, konsep Panca Waluya mencerminkan semangat pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk peserta didik yang sehat jasmani dan rohani, berakhlak mulia, berintegritas, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Fuad menilai keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai rapor, tetapi juga dari kemampuan sekolah dalam melahirkan lulusan yang memiliki karakter kuat, mampu bekerja sama, menghargai perbedaan, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.
“Di sekolah, anak-anak belajar bukan hanya membaca dan berhitung, tetapi juga belajar menghormati guru, menghargai teman, bertanggung jawab atas setiap tindakan, serta memahami arti gotong royong. Nilai-nilai inilah yang akan membentuk mereka menjadi manusia yang bermanfaat,” katanya.
FPJB juga mengapresiasi seluruh jajaran SMKN 1 Jayakerta yang telah menyelenggarakan MPLS dengan pendekatan yang ramah anak, edukatif, dan bebas dari praktik perundungan maupun perpeloncoan.
“Kami berharap seluruh peserta didik baru merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah. Sambut mereka dengan senyum, bimbing dengan keteladanan, dan didik dengan kasih sayang. Pendidikan yang baik selalu dimulai dari rasa aman dan rasa dihargai,” tambahnya.
Lebih lanjut, FPJB mengajak seluruh elemen pendidikan, mulai dari guru, tenaga kependidikan, orang tua, alumni, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat untuk bersama-sama mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter.
“Generasi muda hari ini adalah wajah Indonesia di masa depan. Karena itu, investasi terbaik bukan hanya membangun gedung sekolah, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan akhlak anak-anak kita. Semoga semangat Panca Waluya yang diterapkan SMKN 1 Jayakerta dapat melahirkan generasi yang unggul, berprestasi, berdaya saing, sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” tutup Fuad Hasan. (Sup)




























