Beranda Daerah Aksi Nyata Ki Jaga Kali Bersama Warga Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali...

Aksi Nyata Ki Jaga Kali Bersama Warga Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Butek Cabangbungin

BEKASI, NarasiKita.ID – Fenomena tumpukan sampah kembali menghantui aliran Kali Butek yang berlokasi di Jalan Sindangsari, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Berbagai jenis sampah rumah tangga terlihat mengambang dan menyumbat aliran air, terutama saat debit kali meluap hingga menghambat pasokan air menuju areal persawahan petani.

Kondisi memprihatinkan ini memicu respons cepat dari tokoh masyarakat sekaligus aktivis lingkungan hidup Kabupaten Bekasi, Samanhudi, yang akrab disapa Ki Jaga Kali. Tanpa menunda waktu, Ki Jaga Kali turun langsung ke lapangan bersama warga setempat untuk membersihkan hamparan sampah tersebut secara gotong royong dengan penuh semangat.

Berita Lainnya  PT VIM: Siap Lunasi Tunggakan Retribusi Rp3,2 Miliar Asal Pemkab Karawang Tunaikan Kewajiban PKS

Menurut Samanhudi, jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa ada tindakan nyata, hal itu mencerminkan masih rendahnya kepedulian sebagian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. Ia juga menyoroti banyaknya aliran kali di wilayah Kabupaten Bekasi yang tampak kumuh akibat dipadati sampah. Selain merusak pemandangan, tumpukan sampah tersebut menimbulkan bau tidak sedap yang mengancam kesehatan warga di bantaran sungai.

Lebih lanjut, Ki Jaga Kali mengungkapkan bahwa keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) ilegal atau liar di sepanjang bantaran kali menjadi salah satu pemicu utama parahnya pencemaran ini. Oleh karena itu, ia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi beserta aparat penegak perda untuk segera mengambil tindakan tegas.

Berita Lainnya  Diduga Gunakan Batu Kali Bekas, Proyek P3-TGAI Rp195 Juta di Bekasi Disorot

“Ini bukan pertama kalinya terjadi. Banyaknya tumpukan sampah, baik di Kali Butek maupun kali lainnya, bukan hanya mengganggu aktivitas para petani, tetapi juga sangat buruk bagi kesehatan warga sekitar. Karena adanya pembiaran, lokasi ini seolah menjadi jalur distribusi sampah yang memperparah kondisi lingkungan dan berpotensi menimbulkan wabah penyakit,” tegas Samanhudi kepada awak media di sela-sela aksi bersih-bersih. Kamis (23/7/2026).

Melalui aksi gotong royong ini, para aktivis lingkungan bersama warga berharap ada langkah preventif yang nyata dari instansi terkait, mulai dari penutupan TPS liar secara permanen hingga edukasi masif kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan aliran sungai demi keberlangsungan pertanian dan kesehatan lingkungan. (MA)

Bagikan Artikel