Beranda Daerah Tawuran Kembali Terjadi, FAIS Soroti Penanganan Konflik di Karawang

Tawuran Kembali Terjadi, FAIS Soroti Penanganan Konflik di Karawang

KARAWANG, NarasiKita.ID — Aksi tawuran antarkelompok yang kembali terjadi di wilayah Rawagabus dan Margasari, Kabupaten Karawang, mendapat perhatian dari Koordinator Forum Aktivis Islam (FAIS), Sunarto.

Sunarto menilai kejadian yang kembali berulang tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya terkait upaya pencegahan dan penanganan konflik di tengah masyarakat.

Tawuran yang terjadi pada Minggu (20/9/2026) dini hari tersebut dilaporkan berlangsung hingga menjelang subuh. Berdasarkan keterangan warga, kedua kelompok terlibat aksi saling lempar menggunakan batu, bambu dan botol. Sejumlah orang juga disebut membawa senjata tajam.

Situasi tersebut membuat sebagian warga memilih tetap berada di dalam rumah. Sejumlah rumah dan ruko di sekitar lokasi juga dilaporkan mengalami kerusakan, antara lain pada bagian kaca dan etalase akibat lemparan.

Berita Lainnya  Tiga Kandidat, Satu Kursi: Siapa Bakal Pimpin Disdukcapil Karawang?

Sunarto mengatakan, penanganan tawuran perlu tidak hanya dilakukan ketika bentrokan telah terjadi, tetapi juga diperkuat melalui langkah pencegahan dan deteksi dini.

“Kalau tawuran terus berulang dan eskalasinya semakin besar, tentu harus ada evaluasi. Jangan hanya bergerak ketika kejadian sudah berlangsung,” ujar Sunarto.

Ia juga menyoroti respons aparat kepolisian terhadap laporan masyarakat saat terjadi bentrokan.

Menurut Sunarto, layanan pengaduan kepolisian dinilai telah membantu masyarakat menyampaikan laporan. Namun, ia berharap respons di lapangan dapat terus dievaluasi agar penanganan terhadap laporan masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan sesuai kondisi di lokasi.

Berita Lainnya  Ribuan Warga Antar Sadih Muhammad Farhan, Nomor 3 Jadi Sinyal Kuat di Pilkades Lenggahjaya?

“Call center kepolisian sangat bagus dan responsif dalam menerima aduan. Tetapi masyarakat mempertanyakan respons di lapangan ketika kejadian berlangsung,” katanya.

Selain respons saat kejadian, Sunarto menilai pola pencegahan juga perlu menyesuaikan dengan perkembangan cara komunikasi antarkelompok.

Menurutnya, potensi provokasi dapat muncul melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk grup pesan singkat dan media sosial. Karena itu, upaya deteksi dini dinilai perlu melibatkan berbagai unsur di tingkat masyarakat.

Sunarto mendorong Pemerintah Kabupaten Karawang dan kepolisian memperkuat koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda di wilayah yang memiliki potensi konflik.

Berita Lainnya  Jelang Pilkades, Kades Belum Lakukan Penyelesaian LHP: Inspektorat Tegas, 60 Hari Tak Tuntas APH Bisa Masuk!

“Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah, kepolisian, tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda,” ujarnya.

Ia berharap penanganan tawuran dapat dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya melalui pengamanan ketika terjadi bentrokan, tetapi juga melalui upaya pencegahan dan komunikasi dengan masyarakat.

Sementara itu, informasi mengenai kronologi lengkap kejadian, jumlah personel yang diterjunkan, korban, kerusakan serta tindakan kepolisian terhadap pihak-pihak yang terlibat masih menunggu keterangan resmi dari aparat. (*)

Bagikan Artikel